Peduli, Ketua TP PKK Kunjungi Korban Angin Puting Beliung di Desa Pitusunggu dan Pitue

  • Whatsapp

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Bencana angin puting beliung yang melanda Desa Pitusunggu dan Pitue di Kecamatan Marang, Sabtu 27 Februari, menyebabkan 52 rumah rusak baik berat, sedang maupun ringan. Kejadian sekitar pukul 15.30 Wita tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi cukup dirasakan warga di dua desa tersebut.

Dari data yang dihimpun PAREPOS, sebanyak 43 rumah rusak di Desa Pitusunggu dan 8 rumah di Desa Pitue. Sekira 43 rumah dalam kejadian itu mengalami rusak parah hingga 90 persen dan sisanya sedang dan ringan.

Bacaan Lainnya

Sebagai wujud kepedulian, Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep, Nurlita Wulan Purnama Muhadu SIKom menyikapi kondisi tersebut dengan turun langsung memantau kondisi warganya.

Nurlita Wulan Purnama Muhadu MYL yang akrab disapa ibu Ita, yang pada hari Jumat 26 Februari, lalu dilantik, sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Pangkep. Minggu 28 Februari, pagi tadi langsung memantau kondisi masyarakat yang menjadi korban bencana angin puting beliung.

Ibu Ita bersama tim rombongan langsung memberi bantuan ke warga. Didampingi Tim Kesehatan Emergency Medical Responder Pangkep Hebat yang membawakan makanan siap saji dan beberapa air mineral serta melakukan pengobatan gratis.
” Ini adalah bantuan swadaya anggota dan tim, tetapi untuk keberlanjutan dan pemulihan kami serahkan seluruhnya kepada pemerintah daerah. Kami siap membantu apapun secara suka rela, ” kata Ketua Tim Kesehatan Emergency Medical Responder Pangkep Hebat, dr Sitti Marwah
yang juga adalah kakak kandung dari Bupati Pangkep yanh ikut dalam rombongan tersebut.

Turut hadir dalam rombongan Ibu Ita yang aktif membagikan aktivitasnya di akun instagram miliknya @nurlitawulanpurnamamyl adalah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI ) Kabupaten Pangkep dengan membawa beberapa makan ringan untuk disantap warga yang terkena dampak bencana.

Sehari sebelumnya, sesaat setelah kejadian Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau juga telah meninjau lokasi kejadian tanpa pengawalan dari aparat pemerintah setempat. Bupati termuda di Sulsel itu hanya ditemani pengurus KNPI dan SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Pangkep.(*/ade)

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *