Miris, Video Diduga Mesum di Gerbang KWA Bantimurung Beredar Luas di Dunia Maya

  • Whatsapp
Miris, Video Diduga Mesum di Gerbang KWA Bantimurung Beredar Luas di Dunia Maya

PAREPOS.CO.ID, MAROS – Warganet Kabupaten Maros dihebohkan dengan beredarnya video dua sejoli yang diduga melakukan perbuatan tidak senonoh di gerbang masuk area Kawasan Wisata Alam (KWA) Air Terjun Bantimurung.

Video singkat berdurasi 21 detik yang beredar luas di dunia maya itu belum bisa dipastikan waktu perekaman, namun tampak jelas jika lokasinya berada di gerbang masuk sekitar patung raksasa monyet bantimurung, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung,

Tampak dalam video itu, seorang laki-laki bercelana selutut dan perempuan berjilbab duduk dengan posisi berhadapan. Jarak duduk sangat dekat hingga masing-masing kedua lututnya yang terlipat di permukaan lantai saling bersentuhan satu sama lain.

Kepala laki-laki menunduk di bawah dada perempuan. Belum diketahui status pasangan ini apakah sepasang kekasih atau suami istri.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Yusriadi Arief, saat dikonfirmasi membenarkan video yang beredar luas di sejumlah media sosial itu lokasinya di gerbang pintu masuk wisata Bantimurung.

“Iya video itu sudah beredar sejak pekan lalu tapi viralnya baru saja. Sejumlah awak media konfirmasi ke saya minta tanggapan tapi saya katakan, apa yang saya mau tanggapi. Video itu sangat singkat, yakni 9 detik jadi tidak bisa ambil kesimpulan,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu 14 Februari 2021.

Dijelaskan, lokasi kejadian di pintu gerbang, jadi di luar pengawasannya. Selain itu juga merupakan area keluar masuk pengunjung, olehnya tidak mungkin orang nekat berbuat tidak senonoh. Apalagi saat itu siang hari.

“Kalau saya melihatnya, hanya karena sisi pengambilan gambarnya saja sehingga terlihat seolah-olah kedua orang itu melakukan tindak senonoh. Lalu ada yang sebar di media sosial seolah-olah berbuat mesum dan di-blow up oleh media,” jelas Yusriadi.

Lokasi wisata air Bantimurung ini dijaga sedikitnya 80 petugas. “Memang dengan tugas inti yang berbeda misalnya petugas kebersihan, loket, hotel tapi semuanya tetap harus lakukan pengawasan mesti tidak secara langsung. Dari 80 orang itu, 10 orang di antaranya adalah Satpol PP,” kata Yusriadi.

Ditambahkan, khusus di hari Minggu, jumlah petugas bisa sampai 100 lebih personel karena ada juga unsur TNI dan Polri untuk melakukan pengawasan yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.(tip/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *