Libatkan TNI-Polri, Pemkab Majene Gelar Kerja Bakti Massal di Lokasi Gempa

  • Whatsapp

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Pasca gempa dahsyat di Kabupaten Majene, kini masih menyisahkan tumpukan material bangunan di sejumlah lokasi gempa. Sehingga pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene sengaja menggerakan seluruh unsur untuk turun langsung lapangan dalam pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan.

Baik itu bangunan rumah milik warga maupun fasikitas umum lainnya milik pemerintah. Terutama sasaran utama pembersihan di dua kecamatan terdampak parah yakni Kecamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda. Kegiatan kerja bakti secara massal itu, berlangsung Rabu 17 Februari 2021.

Aksi kerja bakti ini masing masing organisasi perangkat daerah (OPD) jajaran Pemkab Majene mengirimkan lima orang ASN sebagai perwakilan OPD tersebut dan dikoordinir langsung pimpinan OPD bersangkutan. Selain itu pembersihan juga turut melibatkan personil TNI dan Polri serta ada juga masyarakat setempat.

Setiap ASN bertolak dari kota Majene menuju lokasi yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk Kecamatan Ulumanda titik utama pemberihan seperti di Desa Kabiraan, Sulai dan Desa Salutambung yang berbatasan langsung dengan Desa Tubo Poang Kecamatan Tubo Sendana yang juga sebagian wilayahnya juga terdampak gempa. Sementara di Kecamatan Malunda berada di Desa Kayuangin, Lombong, Mekkatta, Mekkatta Selatan dan Desa Maliaya yang berbatasan dengan Kabupaten Mamuju.

Sebelumnya, juru bicara tim tanggap penanganan bencana, Sirajuddin mengatakan kegiatan pembersihan tersebut menjadi salah satu program yang disusun tim gugus tugas penaganan transisi bencana Pemkab Majene. Adapun tujuannya untuk membangun mental para pengungsi agar tetap survive dan kembali bangkit. Pembersihan juga difokuskan pada fasilitas umum, sosial dan lokasi permukiman warga setempat.

Sedangkan Camat Malunda, Salahuddin sangat berterima kasih atas kegiatan kerja bakti ini. Terlebih ia mengaku telat turut mebantu di pembersihan di area pengungsian. Bahkan diakui selama ini, lokasi pengungsian memang banyak sampah yang tidak terangkut. Seperti sampah tersebut dipilah dan ada yang dibakar langsung di tempat. Namun, ada juga diangkut melalui armada pengangkut sampah milik dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK) Kabupaten Majene.

Ia mengaku aksi kerja bakti cukup bagus karena animo masyarakat juga merespon positif. Sehingga turut serta ambil bagian dalam membantu pembersihan lokasi ini. Apalagi saat ini warga di pengungsian juga sudah mulai terganggu dengan banyaknya lalat bertebaran. Karena itu, pihaknya meminta Pemda Majene untuk memberikan solusi dalam menghilangkan dan memusnahkan serangan lalat tersebut yang dinilai cukup mengganggu warga di pengungsian. (edy/B)

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *