Kembali Tinjau Lokasi Gempa, Bupati: Akan Ada Relokasi Warga

  • Whatsapp
Kembali Tinjau Lokasi Gempa, Bupati: Akan Ada Relokasi Warga

PAREPOS.CO.ID, MAJENE–Tak ingin hanya mendapat laporan dari banyak pihak, Bupati Majene, Lukman kembali meninjau langsung lokasi pengungsian korban gempa bumi 6,2 magnitudo. Kali ini difokuskan pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda.

Dalam mengungjungi lokasi gempa tersebut, Bupati Lukman turun bersama Dandim 1401 Majene, Letkol Inf Yudi Rombe, anggota DPRD Majene Dapil III Malunda-Ulumanda, Hasriadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Majene, Inindria, Camat Ulumanda, Camat Malunda serta pihak terkait lainnya

Sebelumnya, rombongan Bupati Majene bertolak dari Desa Salutambung Kecamatan Ulumanda dengan menggunakan kendaraan roda empat menuju Desa Kabiraan. Kemudian rombongan melanjutkan kunjungan ke Dusun Tammerimbi, lalu tembus ke Dusun Salutakkang Desa Lombong Timur Kecamatan Malunda.

Lantaran medan yang sulit dan menantang di wilayah pegunungan itu, terkadang Bupati Lukman bersama rombongan lainnya terpaksa harus menggunakan kendaraan roda dua dan bahkan harus rela berjalan kaki untuk bisa melewati akses jalan yang rusak tersebut.

Bupati Lukman di setiap lokasi pengungsian, mantan Wakil Bupati Majene itu tetap menyempatkan diri berbincang dengan warga pengungsi dan melihat langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat setempat.

“Tentunya, setelah berbincang dan melihat langsung warga pengungsi kami, sudah tau apa yang kami harus lakukan khususnya dalam memenuhi kebutuhan para pengungsi” ucap Bupati Lukman.

Pada kunjungannya itu Bupati Lukman juga melihat dan menyaksikan langsung kemungkinan akan ada relokasi warga pascagempa tersebut. Ia menyebutkan seperti di Dusun Tammerimbi Kecamatan Ulumanda. Alasannya, karena masyarakat setempat sudah tidak nyaman lagi untuk bermukim di lokasi sebelumya sebelum bencana gempa terjadi. ”Karena lokasi dinilai sudah tidak nyaman lagi untuk warga, maka kemungkinan akan ada relokasi. Namun, sebelumnya akan dilakukan negosiasi mengenai lokasi dan teknisnya. Sehingga relokasi ini bisa berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti di lapangan, ” pungkasnya. (edy/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *