Kasus Mangkrak, Dugaan Korupsi DAK Rp39 Miliar di Enrekang Terlapor ke Kejagung

  • Whatsapp
Kasus Mangkrak, Dugaan Korupsi DAK Rp39 Miliar di Enrekang Terlapor ke Kejagung

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Salah satu lembaga penggiat anti korupsi yakni LSM Sorot Indonesia mendesak agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang masih mangkrak. Salah satunya, kasus dugaan korupsi penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 senilai Rp39 Miliar pada proyek pipa di Kabupaten Enrekang. “Kasus pipa dengan menggunakan anggaran DAK, dimana dalam proyek pelaksanaannya menggunakan pipa kecil, tipis dan sudah hancur sehingga diduga mark up. Parahnya, proyek tersebut tak berfungsi sampai hari ini, dimana peruntukannya untuk lahan pertanian,”ujar Ketua LSM Sorot, Amir Madeaming, Selasa 7 Februari.

Calon Doktor Hukum Pidana tersebut menuturkan, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mewarning para Kajari dan Kajati yang tidak menangani kasus korupsi di daerahnya dengan baik akan mencopotnya. ” Sesuai janji Jaksa Agung akan mencopot Kajari dan bahkan mungkin Kajati kalau tidak dapat tangani kasus korupsi dengan baik. Maka dari itu saya akan kirim surat ke Jaksa Agung dan mempertanyakan kenapa kasus pipa yanh sudah dua tahun pada tahap penyidikan di Kejati Sulsel. Hingga saat ini, tidak ada tersangkanya, ” tegas Amir.

Bacaan Lainnya

Amir menjelaskan, kasus tersebut sudah dua tahun dalam tahap penyidikan di Kejati Sulsel dan malah mandek. “Kita desak Kejagung agar memerintahkan Kajati Sulsel segera tetapkan tersangka, terlebih sejumlah pihak sudah diperiksa terkait kasus tersebut,”tegas pria dengan ciri khas berkepala plontos tersebut.

Ditambahkannya, kasus tersebut pada dasarnya sudah tahap penyidikan sejak November 2019. Namun sampai saat ini belum ada tersangkanya. ” Puluhan orang sudah diperiksa. Makanya kita desak Kejati untuk segera menuntaskan kasus proyek yang berlarut-larut dan tak termanfaatkan tersebut,”tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Firdaus Dewilmar mengaku telah menginstruksikan anggotanya segera merampungkan penyidikan seluruh kasus korupsi yang merupakan tunggakan era Kajati Sulsel, Tarmizi. Di antaranya kasus dugaan korupsi proyek DAK Rp 39 miliar di Kabupaten Enrekang. “Saya sudah minta itu juga segera dituntaskan dan sampai saat ini masih berjalan. Kalau adanya keterlibatan makelar pipa dalam kasus DAK Enrekang ini, saya sudah dengar dan memerintahkan penyidik mendalaminya,” ujarnya, Jumat 24 Januari 2020, lalu.

Ia mengaku telah melakukan penyidikan bersama dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat guna membantu percepatan penuntasan kasus tunggakan yang dimaksud. Terkait kasus dugaan korupsi DAK senilai Rp39 miliar di Kabupaten Enrekang, di mana penyidik Kejati Sulsel merampungkan penyidikan dengan melibatkan pihak Kejari Enrekang. “Ada yang diperiksa di sini (Kejati Sulsel) dan ada juga diperiksa di sana (Kejari setempat). Kita lihat bobotnya, kalau berat itu dikerjakan di sini (Kejati Sulsel),” jelas Firdaus, beberapa waktu lalu.(ana/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *