Jelang Pelantikan Bupati Maros, Chaidir Syam: Tak Ada Pembubaran Tim Keren

  • Whatsapp
Jelang Pelantikan Bupati Maros, Chaidir Syam: Tak Ada Pembubaran Tim Keren

PAREPOS.CO.ID,MAROS – Bupati Maros terpilih, AS. Chaidir Syam mengingatkan kembali kepada seluruh tim agar tetap solid mengawal pemerintahan setelah pelantikannya bersama Suhartina Bohari sebagai Kepala Daerah.

Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri kegiatan yang dilaksakan salah satu simpul tim pemenangan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Maros 2020 di Desa Samanggi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Minggu 21 Februari 2021.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, silaturahmi pasca ditetapkannya sebagai pemenang Pilkada Maros tahun 2020 harus terus berjalan. Chaidir Syam bersama Suhartina Bohari tidak akan melakukan pembubaran tim pemenangannya.

“Hari ini saya tegskan kembali, disetiap silaturahmi setelah kita berhasil menang tidak akan ada yang namanya pembubaran tim, karena tugas kita bersama baru akan dimulai setelah kami berdua dilantik akhir februari ini,” ujar Chaidir Syam.

Ia melanjutkan, dimana perjuangan seluruh tim yang terlibat tidak akan pernah dilupakan oleh Chaidir-Suhartina. Dia terus menegaskan jika kemenangan pada pilkada maros merupakan kemenangan bersama. “Saya bersama ibu Suhartina tidak akan melupakan perjuangan kita semua. Malahan kami yang membutuhkan seluruh masyarakat Maros. Kalau kami ada yang keseleo tugasnya tim yang saling menjaga,” kata Chaidir. “Yang ada melanjutkan kerja kerja tim untuk mengawal pembangunan di Kabupaten Maros,” tambahnya.

Pada kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan itu, Chaidir juga meminta kepada seluruh simpul tim agar tetap bersabar menunggu pelantikannya, ia juga meminta agar memahami agenda silaturahmi setelah pelantikan di masa pandemi Covid-19.

“Hari ini saya memohon doanya jelang pelantikan, kami juga memintah kepada seluruh tim agar memahami prosedur silaturahmi yang pelantikan serba terbatas, jangan sampai ada yang mengatakan kami melupakannya. Jadi saya sampaikan pelantikan serba tebatas, karena keamanannya diambil alih TNI – Polri untuk ketertiban protokol kesehatan,” jelasnya.

Meski demikian, kita tetap bisa bersilaturahmi, meski tidak bersamaan, waktu silaturahmi akan terus dilakukan. “Rujab milik kita bersama, bukan milik chaidir syam atau ibu suhartina,” tutupnya.(tip/A)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *