Jadi Teladan, Bupati Lukman Sampaikan SPT Lebih Awal

  • Whatsapp
Jadi Teladan, Bupati Lukman Sampaikan SPT Lebih Awal

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Dilandasi niat baik Bupati Majene. Lukman memilih menyampaikan atau melaporkan SPT tahunan lebih awal. Maka, dengan itu Bupati Lukman akhirnya didaulat sebagai teladan di masyarakat karena telah menyampaikan SPT Tahunan PPh orang pribadi tahun pajak 2020 melalui efiling lebih cepat.

Lukman bahkan menunjukan bukti lapor di handphone miliknya sebagai bukti dirinya telah menyelesaikan salah satu kewajibannya sebagai pejabat pemerintahan. Atas hal tersebut KPP Pratama Majene menyerahkan secara simbolis tanda terima dan apresiasi atas pelaporan SPT tahunan pajak penghasilan orang pribadi masa pajak 2020. Pihak KPP Pratama menyerahkan secara resmi kepada Bupati Majene yang berlangsung di rumah jabatan Bupati Majene. Selain itu, pihak KPP pratama juga menyerahkan tanda terima SPT secaara elektronik dan memberikan apresiasi kepada para pejabat publik lainnya yang telah lapor SPT tahunan tersebut.

Menurut Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Majene, Matheus Adhiatera mengatakan membayar pajak merupakan wujud gotong royong dalam membangun negara sekaligus sebagai warga negara yang taat atas pajak. Termasuk ASN telah diatur lebih jauh dan tegas melalui peraturan Menteri. Untuk itu, pelaporan SPT di awal waktu oleh Bupati Majene merupakan hal yang luar biasa. Sebab, biasanya kebanyakan kepala daerah memilih melaporkan SPT tahunan di masa kritis batas waktu pelaporan. Bahkan lanjut Matheus menyebutkan sebagian besar pegawai di KPP belum melaporkan.

” Sehingga apa yang dilakukan pak Bupati Majene ini sangat luar biasa. Karena kami saja sebagaian besar belum melaporkan,” akunya.

Bupati Majene, Lukman berterima kasih kepada pihak KPP Pratama yang telah menyerahkan tanda bukti pelaporan SPT tahunan. Ia kembali menekankan pentingnya untuk membayar pajak. Karena itu ia meminta kepada para lurah dan camat di wilayahnya untuk mengedukasi warga untuk tetap taat membayar pajak. Termasuk pajak PBB itu karena melekat pada pribadi masyarakat bukan pada pemerintah.

” Jadi tolong kita rubah mindset nya masyarakat, pajak itu bukan ditanggung oleh kita, tapi melekat pada pribadi masyarakat. Jika hal tersebut bisa dilakukan, maka ke depan pembangunan di daerah akan bisa lebih baik maju dan berkembang. Tentunya dengan dukungan semua kalangan yang ada, “pungkasnya. (edy/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *