HUT ke-61 Parepare Diwarnai Unjuk Rasa

  • Whatsapp

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Peringatan Hari Jadi ke-61 Kota Parepare yang jatuh pada hari ini, Rabu 17 Februari 2021 disambut unjuk rasa. Aksi demonstrasi yang digerakkan elemen masyarakat mengatasnamakan seniman dan mahasiswa serta masyarakat aliansi UMKM itu menuntut pemerintah kota Parepare untuk mencabut surat edaran pembatasan kegiatan masyarakat khususnya pembatasan jam buka bagi pelaku usaha UMKM yang telah berlaku saat ini.

Dalam aksinya, para demonstran secara bergantian menyampaikan orasinya didepan kantor Walikota Parepare di Jalan Jenderal Sudirman. Para pendemo meminta Walikota Parepare, Taufan Pawe untuk berdialog. Mereka minta Taufan untuk membuka ruang diskusi.

Menurut pengunjuk rasa, pembatasan kegiatan masyarakat khususnya pelaku UMKM hanya membunuh pelaku usaha. “Bukan Covid-19 yang membunuh kami, tapi peraturan ini,” katanya

Aksi demo tersebut berlangsung di beberapa titik. Unjuk rasa ini menentang peraturan Pemerintah Kota Parepare tentang pembatasan kegiatan masyarakat untuk pengendalian penyebaran covid-19. Melalui Surat Edaran (SE) Walikota Parepare, nomor 060/31/GT.Covid.19, per tanggal 11 Februari 2021, surat itu merupakan perpanjangan SE sebelumnya.

Dalam SE tertulis aturan jam malam diberlakukan untuk pengelola swalayan, retail modern, dan toko lainnya hanya boleh beroperasi hingga pukul 21.00 yang dimulai pada 14 Februari hingga 22 Februari 2021.

Aturan itu juga berlaku untuk pengelola restoran, warung makan, dan kafe/warung kopi, kecuali toko obat atau apotik. Namun khusus pelayanan warung makan diizinkan untuk melayani pesan antar (take away) sampai pukul 22.00 wita.(wal/B)

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *