HPN 2021, Mengenang Lahirnya PWI Ajatappareng (2)

  • Whatsapp
HPN 2021, Mengenang Lahirnya PWI Ajatappareng (2)

KURANG Setahun memangku amanat sebagai Ketua PWI Ajatappareng, Suwardi Thahir mendapat kepercayaan lebih tinggi dari perusahaan media terbesar di Kawasan Timur Indonesia, Harian FAJAR Makassar.

Oleh: Ibrahim Manisi.               (Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel)

Bacaan Lainnya

Tak tanggung-tanggung, Suwardi Thahir saat itu Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi SKU Ajatappareng di Pangkajene Sidrap diangkat menjadi Pemimpin Redaksi Harian FAJAR Makassar terhitung 1 Januari 2000. Tentu saja, cukup rasional jika Suwardi Thahir memilih jadi Pemred dan mundur sebagai Ketua PWI Ajatappareng.

Dengan demikian, maka terjadi kekosongan pada jabatan ketua PWI Ajatappareng sehingga pengurus melaksanakan Rapat Pleno Lengkap (setara konferensi) dipimpin pengurus PWI Cabang Sulawesi Selatan.

Rapat Pleno yang digelar di Kupa Beach, Kabupaten Barru, 5 Februari 2000 menghasilkan Pengurus baru periode 2000-2004 sebagai berikut;

Ketua ; Drs. Ibrahim Manisi (Fajar).
Sekretaris ; Muh. Nasri Aboe (Fajar).
Bendahara; Andi Takdir Gizim (Majalah Kriminalitas & Pencegahan). (SK No. 080/PP-PWI/2000 tertanggal 7 Maret
2000).

Selanjutnya, Konferensi III yang berlangsung di Hotel Delima Sari, Kota Parepare menghasilkan pengurus baru periode 2004 – 2007 sebagai berikut;

Ketua ; Takdir Abduh, SE (Pedoman Rakyat).             Sekretaris; Sulhayat Takdir, SH (Tabloid Revolusi)             Bendahara; Kamaruddin, S. Sos (PARE POS).

Berikutnya, konferensi IV juga berlangsung di Hotel Delima Sari, 8 September 2007. Konferensi ini melahirkan pengurus periode 2007-2010 dengan SK.No.530/PP-PWI/2007 tertanggal 2 Oktober 2007). Komposisinya sbb;

Ketua ; Drs. Ibrahim Manisi (FAJAR).
Sekretaris ; Dulkin Sikki (Pedoman Rakyat).                              Bendahara ; Marno Pawessai. (SKM. Aktualita).

Persiapan PWI Sid-Ek

Pada periode ini terjadi dua kali pergantian bendahara. Pertama, Marno Pawessai mundur sebagai bendahara, November 2007 untuk mempersiapkan pembentukan PWI Kabupaten Sidrap – Enrekang (Sid-Ek). Marno memang dipersiapkan menjadi ketua PWI Kabupaten Sidrap – Enrekang sesuai program kerja Tahun 2007-2010.

Menyikapi pengunduran diri Marno Pawessai, pengurus mengadakan Rapat Pleno memilih bendahara pengganti antar waktu, pada Desember 2007. Kamaruddin, S. Sos (PARE POS) terpilih menggantikan Marno. Pada 15 November 2008, Kamaruddin meninggal dunia. Dan melalui Rapat Pleno muncul dua calon bendahara. Hasan Sulur (RCTI) dan Andi Ahmad (Indonesia Pos). Hasilnya, Andi Ahmad mendapat (6 suara) dan Hasan (4 suara). Dari 14 pemegang hak suara, 4 orang di antaranya tidak hadir masing-masing; 3 orang dari Barru dan 1 orang berada di Nunukan, Kaltara. (SK-nya berlaku hingga 11 Februari 2012.

Sebagai akibat dari dua kali pergantian bendahara, masa kerja pengurus periode 2007-2010 mengalami perpanjangan waktu sekitar dua tahun. Sehingga Konferensi V baru dilaksanakan di Restourant ST 12, Jl. Mangga Parepare, November 2012.
Sidang konferensi dipimpin Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Provinsi Sulsel, Hasan Kuba.

Berhubung hanya satu calon yang diusulkan floor, sehingga pimpinan sidang menetapkan Ibrahim Manisi secara aklamasi menjadi Ketua PWI Parepare-Barru periode 2012 -2016 dengan komposisi sbb;

Ketua ; Ibrahim Manisi (FAJAR).
Sekretaris; Dulkin Sikki (Parenews.com)
Bendahara; Andi Ahmad (Indonesia Pos).

Kepengurusan PWI Parepare-Barru ini dilantik oleh Ketua PWI Provinsi Sulsel H. Zulkifli Gani Ottoh, SH atas nama Ketua Umum PWI Pusat, di Gedung Bola Sobae, 12 Desember 2012 dan disaksikan Bupati Barru H. Andi Idris.

Konferensi VI berlangsung di Hotel Pare Wisata, Kota Parepare, 2 Juni 2016. Dua calon mengikuti pemilihan; Drs. Rahmat Patajangi dan Takdir Abduh, SE. Dan yang terpilih pengurus periode 2016-2019 dengan struktur sbb;

Ketua ; Drs. Rahmat Patajangi (Tabl. Merah Putih Pos)       Sekretaris ; Drs. Muhammad Idris D (Hr. TEGAS)                    Bendahara; H. Baharuddin Dani (Tabl. Merah Putih Pos). Sesuai SK. No. 270-PKU/PP-PWI/2016, tanggal 22 Juli 2016.

Berhubung Pengurus periode 2016-2019 tidak melaksanakan konferensi hingga periodenya selesai. Maka Pengurus Provinsi Sulsel mengambil alih.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *