Guru Mengaji Kini Mendapatkan Perlindungan Jamsostek di Parepare

  • Whatsapp
Guru Mengaji Kini Mendapatkan Perlindungan Jamsostek di Parepare

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE -BPJS Ketenagakerjaan Kota Parepare melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Baznas, Forum Kajian Cinta Alquran, Pemerintah Kota Parepare dalam rangka Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Guru Mengaji di Kota Parepare. Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Ruang Data Kantor Walikota Parepare, Selasa 23 Februari 2021.

Mewakili Walikota Parepare, Asisten I Pemkot Parepare, Aminah Amin menjelaskan, ini sebagai salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Parepare kepada guru mengaji. Sebagai komitmen, melalui penandatangan MoU ini.

Bacaan Lainnya

“Tahap awal kita pilah dulu, karena guru mengaji di Kota Parepare banyak dari kalangan PNS, tapi kita prioritaskan yang betul-betul pekerjaannya guru mengaji, bukan sampingan. Kita harap kerjasama ini berlanjut, untuk kedepan penambahan peserta yang dijamin untuk polisnya bisa bertambah,” jelasnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, Lubis Latif mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) akan melindungi 10.000 guru mengaji yang dikoordinir datanya oleh BKPRMI Sulsel. Dan segera berproses tahun ini.

“jadi memang belum semua terlindungi. Dan teman-teman di kabupaten/kota se Sulsel juga sementara bergerak seperti yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan Parepare,” katanya.

Sebagai informasi, penandatangan MoU merupakan kuasa subsitusi Kantor Cabang Induk, dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar merupakan Cabang induk dari Cabang Parepare.

Sementara itu, Ketua FKCA Parepare HM Nasir Saddu mengatakan, dari total keseluruhan 890 lebih guru mengaji di Kota Parepare yang terdiri dari guru mengaji peduli, dan TKA/TPA, sebanyak 50 untuk tahap awal di tahun 2021 diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Dari data ini kita validasi dengan turun langsung untuk memastikan bahwa guru mengaji tersebut memenuhi syarat yaitu mustahiq. Memang betul-betul guru mengaji sebagai pekerjaan pokok, dan tidak menerima bantuan dana dari pihak manapun,” ucapnya.

“Kita harapkan kedepan semua guru mengaji yang ada di Kota Parepare mendapatkan perlindungan jamsostek dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Parepare, Abdullah mengungkapkan, pihaknya memang mendaftarkan 50 orang guru mengaji sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai langkah awal. Dan kata Abdullah, kedepan Baznas akan mengajak kepada saudara muslim yang diberi kelonggaran rejeki untuk berpartisipasi membantu guru-guru mengaji yang berjumlah 890 orang.

“Ini tahap awal 50 orang. Jadi kedepan, kita ajak saudara yang kelebihan rejeki untuk mengeluarkan zakat hartanya sekaligus membantu membayarkan biaya BPJS kepada guru mengaji sebesar 9.720/orang/bulan. Misalnya ada pengusaha yang siap menanggung 20 orang tiap bulan Baznas terima dan tercatat sebagai setoran Zakat kemudian baru dibayarkan kepada BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya. Penandatangan Mou tersebut juga dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Parepare Arfiani bersama staf dan yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Parepare, M Hasyim Usman. (dar/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *