Gempa Susulan, Camat Tubo: 9.321 Jiwa Mengungsi

  • Whatsapp
Gempa Susulan, Camat Tubo: 9.321 Jiwa Mengungsi

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Untuk kesekian kalinya gempa susulan kembali terjadi di wilayah Sulbar termasuk Majene. Seperti pada, Minggu malam 31 Januari sekitar pukul 19.13 WIB gemoa kembali terjadi. Kekuatan gempa 4,4 magnitudo dengan kedalaman 14 km dan jarak 45 kilometer timur laut Majene.

Camat Tubo Sendana, Mukhlis, S. Pd Senin 1 Februari menyebutkan, dengan gempa tersebut warganya kembali mengungsi di tenda pengungsian. Sebab, getaran gempa terasa cukup kuat di wilayahnya, apalagi pusat gempa berada di Kecamatan Malunda yang masih berdekatan langsung dengan Kecamatan Tubo Sendana.

“Saat gempa terjadi sekitar 9.321 jiwa terpaksa kembali bertahan di tenda pengungsian. Padahal, sebenarnya sebagian warga sudah mulai berangsur kembali ke rumahnya. Tetapi karena gempa kembali terjadi, wargapun kembali mengungsi ke tempat yang merasa lebih aman, “ungkapnya.

Camat Mukhlis melanjutkan jumlah warga pengungsi tersebut tersebar di tujuh desa wilayah Kecamatan Tubo Sendana. Seperti Desa Onang, Onang Utara, Bonde-bonde, Tubo Selatan, Tubo Tengah, Tubo dan Desa Tubo Poang yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Ulumanda.

Ia menjelaskan pada sebelumnya gempa 6 2 magnitudo terdapat 695 rumah warga rusak dengan tingkat kerusakannya bervariasi. Seperti ada yang rusak berat, sedang dan rusak ringan. Sedangkan bangunan infrastruktur lainnya tercatat 45 bangunan juga turut rusak. Diantaranya, sarana ibadah mesjid, fasilitas kesehatan, pendidikan serta bangunan milik pemerintah lainnya.

Sedangkan sebelumnya, pernyataan menarik dari Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Majene, Abdul Watib, malah membantah adanya gempa terjadi di wilayah Kabupaten Majene. Watib mengatakan gempa bukan di Majene tapi di Mamuju. Selain itu, ia juga menyebutkan tidak ada warga panik dan tidak ada warga mengungsi. Warga menilai pernyataan ini tidak sesuai fakta di lapangan. Sebab, benar warga di sejumlah wilayah kecamatan dan desa panik dan mengungsi ke tenda pengungsian sebelumnya. (edy/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *