Wacana Wisata Covid di Parepare, PHRI : Sangat Menguntungkan

  • Whatsapp

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE – Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Parepare, Hasan Basri menyampaikan, tidak semua hotel akan menjadi tempat wisata Covid-19 di Parepare. Salah satu yang disebutkan Hasan Basri adalah Hotel Bukit Kenari. Menurut Hasan Basri, hingga saat ini belum ada konfirmasi persetujuan dari pihak Hotel Bukit Kenari untuk dijadikan sebagai salah satu tempat wisata Covid di Parepare. “Perihal adanya berita yang menyatakan bahwa Hotel Bukit Kenari terdaftar sebagai tempat wisata covid, itu tidak benar,” tegas Hasan Basri, kemarin .

Dia menjelaskan, wacana wisata Covid-19 yang direncanakan di Parepare, akan menggandeng pengusaha hotel, tentu sangat menguntungkan dari segi ekonomi. “Menguntungkan bagi pengusaha hotel. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah upaya pemulihan hotel itu sendiri setelah kerja sama berakhir. Sehingga banyak pertimbangan-pertimbangan yang membuat kami belum memberikan persetujuan,” katanya.

Selain itu, dia menyebutkan minimnya tamu yang datang menginap di hotel adalah salah satu dampak yang sangat terasa bagi industri perhotelan. “Tren kasus positif korona yang selalu naik adalah pemicunya,” katanya.  Tak hanya itu, kata dia, pembatasan-pembatasan yang diberlakukan di segala aspek, baik di skala nasional maupun daerah, sehingga masyarakat membatasi kunjungan keluar daerah.

Ditambah dengan kewajiban bagi calon penumpang semua maskapai untuk menyertakan hasil swab test yang untuk mengeluarkannya butuh biaya yang tdk murah. “Sebelum adanya pandemi, khusus di Januari hingga Februari setiap tahunnya memang trennya low season,” jelasnya. Dia juga menduga untuk Januari 2021 tingkat okupansi hotel diakibatkan dua faktor, yakni low season dan tren kenaikan kasus korona. “Kami selaku pekerja industri perhotelan sangat mengedepankan protokol kesehatan dengan alasan hotel adalah tempat datang dan menginapnya orang dari berbagai daerah yang tentunya kota asal mereka ada yang termasuk dari zona merah, dan bahkan zona hitam,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya pun terus melengkapi fasilitas penunjang protokol kesehatan dan selalu standby di unit kerja hotel-hotel yang ada di Parepare. “Aturan ketat kami terapkan. Setiap orang atau tamu yg datang harus menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir, mengukur suhu tubuh, dan juga ada hand sanitizer yang tersedia di beberapa tempat.

Termasuk pembatasan jarak orang yang duduk juga diberlakukan,” katanya. Hasan Basri pun berharap virus korona segera berlalu, sehingga industri perhotelan kembali menggeliar. “Marilah kita semua dan setiap stakeholder untuk sama-sama tidak henti-hentinya saling mengingatkan dan bahu membahu memutus mata rantai penyebaran virus korona ini, dan jangan lupa berdoa. Semoga badai ini segera berlalu,” pungkas Hasan Basri. (anj/B)

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *