Target Juli 2021 tak Ada Pengungsian di Sulbar, Idris: Relawan Capai 120 Organisasi

  • Whatsapp
Target Juli 2021 tak Ada Pengungsian di Sulbar, Idris: Relawan Capai 120 Organisasi

PAREPOS.CO.ID,MAJENE– Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus melakukan langkah penanganan terhadap dampak dari gempa. Selain fokus terhadap pengungsian warga dan sarana prasana, perhatian juga ditujukan ke pendataan rumah warga yang rusak.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Dr H Muhammad Idris DP, saat mengunjungi posko pengungsian di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene mengakui, jika pemerintah menargetkan Juli 2021 sudah tidak ada lagi pengungsian. “Ada beberapa tahapan dalam perbaikan rumah masyarakat akibat bencana, yang pertama adalah pendataan. Lalu kemudian proses analisa lalu ketahap pelaksanaan pembangunan. Nah, saat ini kita sudah turunkan tim untuk melakukan pendataan”, ungkapnya didampingi koordinator relawan Sulbar, Prof Dr. Hj Katini Hanapi Idris, mantan Deputi LAN RI.

Bacaan Lainnya

Saat menyaksikan beberapa rumah penduduk yang kondisinya sudah tidak layak huni. Sekda Sulbar menjelaskan, kerusakan massif ini terjadi akibat gempa dengan kekuatam 6,2 SR magnitudo. Kondisi ini akan segera dibenahi, sehingga kondisi masyaraka bisa segera normal maksimal. “ Yah, saat ini kondisi sudah mulai normal. Aktivitas ekonomi juga sudah menggeliat. Pasar, toko dan beberapa mini market juga sudah buka, walaupun tetap pada malam hari sudah tutup. Nelayan juga sudah mulai melaut. Alhamdulillah, proses pemulihan di Sulawesi Barat dipastikan akan cepat. Badai pasti berlalu. Mari kita sama-sama tetap membangun Sulawesi Barat,”ujarnya.

Idris pada kesempatan itu juga menjumpai posko relawan di Kecamatan Malunda. Bahkan data yang ada jumlah relawan sudah mencapai 120 organisasi, dimana mereka menjadi katalisator proses pemulihan di Sulawesi Barat yang telah menelan korban 105 jiwa berdasarkan data BNPB per tanggal 25 Januari 2021. “Dari beberapa kondisi bencana yang pernah terjadi, maka 80% pemulihan suatu daerah pasca bencana sangat ditentukan oleh relawan. Relawan membantu kita dan kita juga harus kooperatif untuk segera bangkit dan pulih. Kerja Pemerintah dalam hal penanganan gempa sangat ditentukan dengan kohesifitas sosial di antara kita semua”, imbuhnya.(*/ade)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *