Menanti Gebrakan ‘Polri Presisi’ dari Kapolri Termuda

  • Whatsapp
Menanti Gebrakan 'Polri Presisi' dari Kapolri Termuda

PAREPOS.CO.ID,JAKARTA– Jenderal Pol Listyo Sigit telah dilantik sebagai Kapolri untuk menggantikan Jenderal Idham Azis oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 27 Januari, kemarin. Pengangkatan Listyo berdasarkan Keputusan Presiden No. 5 Polri tahun 2021 yang ditetapkan pada 25 Januari 2021. Sedangkan kenaikan pangkat berdasarkan Keputusan Presiden No 7 Polri tahun 2021 tertanggal 27 Januari 2021. Usai dilantik Listyo menegaskan jajarannya akan membantu pemerintah mengawal pertumbuhan ekonomi nasional dengan menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. “Polri membantu mengawal pertumbuhan ekonomi nasional, dan ekonomi tumbuh itu terlaksana apabila stabilitas kamtibmas bisa terjaga dengan baik,” ujarnya.

Kemudia dia mengatakan Polri akan melaksanakan tugas menghadapi tantangan ke depan. Termasuk menghadapi pandemi COVID-19 dengan melakukan penanggulangan dan pendisiplinan kegiatan masyarakat berkaitan protokol kesehatan. “Yang kita disiplinkan penegakan protokol kesehatan karena keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi,” jelasnya. Dia juga mengatakan akan menampilkan institusi Polri yang tegas namun humanis. Dan memberikan pelayanan publik yang baik. “Bagaimana kita memberikan pelayanan secara transparan dan bagaimana memberikan penegakan hukum yang berkeadilan. Ini jadi komitmen kami bagaimana harapan masyarakat terhadap Polri betul-betul bisa kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menanti Gebrakan 'Polri Presisi' dari Kapolri Termuda

Sementara usai serah terima jabatan di Mabes Polri, mantan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajarannya atas kesalahan dan khilafan selama memimpin Polri. “Mohon maaf bila selama memimpin Polri, ada salah dan khilaf, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, sebagai manusia biasa, kami tentu tidak luput dari kesalahan dan khilafan. Mohon dibukakan pintu maaf,” katanya. Dia mengaku bersyukur kepada Allah atas amanah jabatan sebagai Kapolri ke-24 yang dianugerahkan kepadanya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu saya yang telah melahirkan dan membesarkan saya, serta di setiap embusan dan denyut nadi saya mengalir doa ibu. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada almarhum bapak saya yang di setiap sujud sembahyang selalu hadir terbayang,” kata Idham.

Idham juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengamanahkan jabatan Kapolri kepadanya. “Terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden yang telah memberikan amanah kepada saya untuk memimpin Polri selama 454 hari. Terima kasih kepada istri dan anak-anak saya yang selalu mendoakan saya dalam suka dan duka,” tuturnya. Atas jabatan baru Listyo, Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap sebagai Kapolri, Listyo bisa menciptakan rasa aman secara menyeluruh kepada masyarakat. “Kita berharap program atau keputusan yang baik yang telah dijalankan Kapolri sebelumnya bisa dilanjutkan. Kapolri baru juga bisa mengevaluasi kekurangan dari pendahulunya,” katanya.

Sebagai Kapolri baru, Listyo harus menjalankan perundang-undangan selurus-lurusnya. “Jadikan hukum sebagai ujung tombak penegakan keadilan dan kedisiplinan. Hukum harus dijalankan secara transparan dan harus berpihak kepada kebenaran,” katanya. Selain itu, menurut LaNyalla salah satu tugas berat Kapolri baru adalah mendukung pemerintah mewujudkan kedisiplinan masyarakat pada penerapan protokol kesehatan. “Sebab saat ini kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan sangat rendah. Akibatnya kasus penyebaran terus terjadi,” katanya.

Listyo juga diharapkan mampu meningkatkan citra dan wibawa kepolisian. Harapan itu diutarakan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. “Serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga keamanan dalam negeri dapat terwujud,” katanya. Azis berharap Listyo dapat menjalankan amanah sebagai Kapolri dan dapat menjalankan visi, misi, dan program-program sebagaimana yang telah disampaikan saat uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR.

Politisi Partai Golkar itu mendorong Kapolri dapat membina seluruh aparat Kepolisian untuk selalu menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dan juga membina hubungan baik antara Polri dengan masyarakat termasuk terhadap ormas. “Polri harus dapat meyakinkan masyarakat bahwa institusinya dapat dekat dengan rakyat dan selalu bersedia melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya. Di sisi lain, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan pihaknya menunggu kerja besar Listyo dalam membangun institusi Polri yang lebih baik. “Pemuda Muhammadiyah menunggu kerja besar Jenderal Pol. Sigit dalam membangun institusi Polri yang sebelumnya menggunakan paradigma pemolisian berbasis masalah (problem oriented policing) menjadi pemolisian prediktif (predictive policing),” katanya.

Dia mengatakan sebagai Kapolri yang membawa gagasan program transformasi Polri Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi), Pemuda Muhammadiyah berharap Listyo dapat menjalankan fungsi penegakan hukum yang responsif terhadap isu gangguan keamanan, pola kejahatan yang makin kompleks, serta menitikberatkan pada partisipasi masyarakat. “Jangan sampai, gagasan transformasi Polri Presisi hanya menjadi narasi baik tanpa implementasi penegakan hukum yang transparan, humanis, bertanggung jawab, dan berdiri di atas semua golongan,” tegasnya.

Dia juga mendesak agar Listyo memberikan penjelasan kepada publik terkait dengan rencana pengaktifkan kembali pasukan pengamanan masyarakat (pam) swakarsa. Terlebih, seluruh masyarakat Indonesia hingga saat ini masih trauma dengan istilah pam swakarsa di era Orde Baru yang menjadi alat politik rezim dalam membungkam kebebasan sipil. Pria yang akrab disapa Cak Nanto itu juga menyarankan Listyo lebih masif melakukan komunikasi ke elemen-elemnen negara, seperti pemimpin agama, tokoh bangsa, dan tokoh masyarakat. “Tujuannya untuk menyerap segala kegelisahan terkait dengan penegakan hukum dan menjelaskan secara gambang berbagai agenda kerja penegakan hukum,” ujarnya. Berbagai keraguan, kesalahpahaman, dan ketidaktahuan masyarakat akan insitusi Polri sebagai penegak hukum harus segera diselesaikan. Dengan demikian, visi besar Polri Presisi benar-benar terejawantahkan.(*/ade)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *