Demo Pupuk Subsidi, Andi Tjalo : Laporkan Pengecer Naikkan Harga

  • Whatsapp

PAREPOS.CO.ID, PINRANG — Aksi unjuk rasa kembali terjadi terkait fenomena kelangkaan pupuk subsidi yang menyebabkan adanya dugaan penimbunan. Juga harga pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), serta para petani yang tidak/belum memiki kartu tani di Kecamatan Duampanua.

Aksi tersebut dilakukan oleh Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) di depan Kantor Bupati Pinrang, Rabu, 13 Januari 2021. Kedatangan peserta aksi disambut baik oleh Sekretaris Daerah, Andi Budaya, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Pinrang, Andi Tjalo Kerrang dan Kabag Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Pinrang, DR Rhommy RMM beserta jajaran dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Duampanua.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Pinrang, Andi Tjalo Kerrang menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan pupuk saat ini. Semua sudah terdistribusi. “Tidak ada kelangkaan. Sampai pada hari ini sudah 1.800 ton pupuk sudah kami distribusikan. Jika memang ada penimbunan oleh pengecer. Laporkan!,” tegasnya.

Sementara itu, terkait petani yang tidak memiliki kartu tani, tetap berhak mendapatkan pupuk bersubsidi asalkan ia terdaftar dalam sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). “Syarat mendapatkan pupuk subsidi ialah petani tersebut masuk dalam kelompok tani, luas sawahnya 2 hektar ke bawah, dan terdaftar pada sistem e-RDKK. Namun, setelah kita telusuri, ternyata masih banyak petani kita yang tidak terdaftar di sistem e-RDKK,” ujarnya.

Olehnya itu, kata Andi Tjalo, pihaknya menyurat kepada Kementerian Pertanian untuk dibuka peluang para petani agar dapat didaftar di sistem E-RDKK guna memenuhi syarat mendapatkan pupuk subsidi. “Dan mereka merespon dengan memberi peluang pada tanggal 14 hingga 15 Januari, agar perwakilan kelompok tani segera melaporkan anggotanya di kantor BPP Kecamatan, untuk didaftarkan di sistem e-RDKK,” katanya.

Ia pun menyampaikan jika ada hal-hal terkait pupuk, segera melaporkan hal tersebut di BPP Kecamatan, agar segera ditindak lanjuti. “Segera laporkan jika mendapat ada kenaikan harga dari pengecer melalui kantor BPP Kecamatan, dan kami akan segera evaluasi,” pungkasnya.

Adapun hasil dari aksi tersebut ialah terjawabnya semua aspirasi oleh para petani yang ada di Kecamatan Duampanua. Tinggal bagaimana melihat fakta yang terjadi di lapangan nantinya. (dar/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *