Balik dari Sulbar, Doni Monardo Akui Terpapar Covid-19

  • Whatsapp

PAREPOS.CO.ID,JAKARTA– Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo terkonfirmasi positif COVID-19. Kepala BNPB tersebut mengumumkan sendiri perihal tersebut. Doni mengaku tidak merasakan gejala apapun. “Dari hasil tes PCR, saya mendapatkan hasil positif COVID-19 dengan CT Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apa pun. Saya tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8 kilometer,” ujar Doni dalam keterangan persnya di Jakarta, kemarin.

Mantan Danjen Kopassus itu ini belakangan punya aktivitas yang padat setelah terjadi bencana alam di beberapa wilayah. Dirinya memimpin langsung penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. Doni baru saja kembali dari Mamuju, Sulbar, pada Jumat 22 Januari, sore.

Bacaan Lainnya

Saat ini Doni tengah melakukan isolasi mandiri. “Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). Namun, tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.

Lepas Masker

Doni Monardo meyakini dirinya terpapar Covid-19 saat makan. Sehingga terpaksa harus melepas masker. Dia menyerukan kepada masyarakat untuk sementara menghindari acara makan bersama guna mencegah penularan. Dia menuturkan selama seminggu memimpin langsung penanganan bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan ada beberapa momen harus melepas masker ketika makan bersama orang lain. “Jadi saya yakin pada saat melepas masker dan makan itulah saya tertular,” imbuhnya.

Doni, sejak gempa bumi melanda Sulawesi Barat pada Jumat dini hari, 15 Januari 2021 telah berada di lokasi bencana pada sore harinya. Dia berada di lokasi bencana termasuk berkunjung ke Banjarmasin dilanda banjir bandang selama seminggu sebelum kembali ke Jakarta pada Jumat 22 Januari, sore. Mantan Danpaspampres ini menuturkan, dalam sebelas bulan terakhir sejak mulai menangani pandemi Covid-19, selalu berusaha menghindari paparan virus dengan menuruti anjuran pakar kesehatan. Namun, tetap ada celah terpapar virus korona. “Pesan saya, patuhi protokol kesehatan. Laksanakan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) secara ketat dan konsekuen,” jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menduga aktivitas yang begitu padat dan melelahkan serta celah saat makan menjadi penyebab Corona menginfeksi Doni Monardo. “Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama sebelas bulan, tetap ada celah. Seperti saat makan. Sebelumnya ada juga penelitian yang menemukan para tenaga kesehatan tertular saat istirahat untuk makan. Karena terpaksa membuka masker,” tutur Wiku.

Selain itu, aktivitas yang padat dan melelahkan jadi faktor menurunnya imunitas seseorang. Sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit. “Itulah mengapa, menjalankan protokol kesehatan ketat wajib dilakukan. Selain itu, kita juga harus menjadi imunitas dengan istirahat cukup, makan bergizi, serta rutin berolahraga,” paparnya Terpisah, Tenaga ahli BNPB, Egy Massadiah menegaskan Doni Monardo belum menjalani vasksinasi Covid-19. Rencananya, Doni dijadwalkan untuk menjalani vaksinasi pada awal pekan depan. “Ini untuk meluruskan informasi Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Beliau belum divaksin. Rencananya pekan depan bersama para anggota Satgas Penanganan Covid-19 lainnya,” ucap Egy.

Doni kini melakukan isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah. Seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulbar dan Kalimantan Barat juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif COVID-19.(*/ade)

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *