Akses ke Jembatan Bolong Terputus, Jalan Alternatif Polman-Mamasa

  • Whatsapp

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Gempa bumi yang terjadi Jumat dini hari tadi 15 Januari 2021 dengan kekuatan 6,2 Magnitudo. Selain merusak Gedung Kantor Gubernur Sulbar yang dilaporkan ambruk. Gempa Bumi yang berpusat di Kabupaten Majene, menyebabkan beberapa gedung lainya ambruk, termasuk Rumah Sakit Mitra Manakkara, Hotel Dmaleo, Kantor Balitbangda Provinsi dan Alfamidi.

Bukan hanya gedung, Jembatan Kuning atau Jembatan Bolong yang menjadi akses utama penghubung pun dikabarkan terputus dan akses jalan menuju Mamuju harus melalui jalur alternatif lain.

Kasat Lantas Polres Polman, AKP Adriyan Fredrick Kopong SE membenarkan jika informasi tentang putusnya jembatan bolong itu dari Dirlantas Polda Sulbar. “Kami di Polman hanya meneruskan intruksi dari Dirlantas Polda Sulbar terkait situasi terkini. Di jalan trans sulbar Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju Sulbar. Akses jalan Jembatan  Kuning ( Bolong ) terputus, karena terjadinya beberapa longsor diakses jalan yang merupakan lereng gunung,”jelasnya.

Dia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan dari arah Sulsel menuju Kabupaten Mamuju mauoun sebaliknya agar kiranya melewati jalur alternatif Polman-Mamasa. Selain itu tetap patuhi protokol kesehatan saat beraktivitas diluar rumah dan selalu patuhi imbauan tertib lalulintas.

BMKG

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M 6,2 di Majene terjadi pukul 01.28 WIB atau 02.28 WITa, Jumat 15 Januari 2021. Lokasi gempa ada di koordinat 2,98 Lintang Selatan dan 118,94 Bujur Timur. Gempa berada di kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan analisis peta guncangan BMKG yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M6,2 ini memicu kekuatan guncangan IV – V MMI di Majene, III MMI di Palu, Sulawesi Tengah dan II MMI di Makasar, Sulawesi Selatan.

Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala V MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti

Sedangkan IV MMI, skala ini menunjukkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi. Skala III MMI menunjukkan adanya getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Berikutnya II MMI, ini menunjukkan adanya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Terkait dengan gempa M 6,2 ini, BMKG mengeluarkan parameter gempa terjadi pada pukul 01.28 WIB yang berpusat 6 km timur laut Majene. Pusat gempa memiliki kedalaman 10 km. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tidak memicu terjadinya tsunami.

Sejak semalan terjadi 17 gempa Susulan dengan rincian  :
Gempa susulan 17 kali
1. *3.8* tanggal 14 Januari 2021 Pukul 15:33 Wita Kedlmn 10 km
2. *5.9* tanggal 14 Januari 2021 Pukul 14:35 Wita Kedlmn 10 km
3. *5.5* tanggal 14 Januari 2021 Pukul 14:38 Wita Kedlmn 10 km
4. *2.9* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 01:01 Wita Kedlmn 10 km
5. *4* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 02:39 Wita Kedlmn 10 km
6. *3.1* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 02:25 Wita Kedlmn 10 km
7. *6.2* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 02:28 Wita Kedlmn 10 km
8. *4.1* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 02:41 Wita Kedlmn 10 km
9. *2.9* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 02:55 Wita Kedlmn 18 km
10. *3* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 03:02 Wita Kedlmn 10 km
11. *3.5* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 03:11 Wita Kedlmn 10 km
12. *2.6* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 03:31 Wita Kedlmn 27 km
13. *3.2* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 03:25 Wita Kedlmn 10 km
14. *3.2* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 03:59 Wita Kedlmn 10 km
15. *3.4* tanggal 15 Januari 2021 Pukul 04:28 Wita Kedlmn 10 km
16. (win/B)

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *