Serah Terima Pesawat Ultralight Tshap Prototype, Uji Coba di Malimpung

  • Whatsapp
Serah Terima Pesawat Ultralight Tshap Prototype, Uji Coba di Malimpung

PAREPOS.CO.ID, PINRANG — Serah terima pesawat ringan jenis ultralight yang telah selesai tahap pengerjaan dasar atau rupa awal (prototype). Pengerjaan dilakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin sebagai pendamping pembuatan pesawat, kepada Chaerul sang perakit, di Workshop miliknya di Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Minggu 27 Desember 2020.

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof DR Nasaruddin Salam mengatakan, pengerjaan pesawat tersebut dimulai sejak bulan September hingga rampung di bulan Desember. Kata dia, ini juga merupakan kali pertama pihaknya membuat pesawat terbang. “Kami tetap koordinasi dengan Pak Chaerul dalam proses pengerjaannya. Kesimpulannya kita kerja komponen besarnya di Workshop kami, dikarenakan keterbatasan material yang juga kita pesan dari Surabaya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Nasaruddin menjelaskan, pesawat Chaerul ini telah diuji laboratorium dan secara teori layak untuk terbang. Pembuatannya pun sesuai standar dan diawasi langsung oleh pihak Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). “Bahkan kita sebagai pendamping juga sudah berkoordinasi dengan Landasan Udara Hasanuddin untuk eksperimen awal jika nantinya ini semua sudah jadi. Jika sesuai rencana di bulan 5 tahun 2021 nanti akan dilakukan uji coba di Malimpung,” jelas Nasaruddin.

Sementara, anggota Fasi Sulsel, yang juga sebagai pilot pendamping, Arham Salam mengemukakan bahwa status pesawat ini merupakan status pesawat yang dikembangkan. Jika setiap ada kekurangan akan dilakukan pembenahan.

Tujuan pendampingan Chaerul ini agar bagaimana design pesawat sesuai standar yang berlaku secara umum baik secara nasional maupun internasional. “Akan tetapi dalam proses pembuatan pesawat ini selalu dilakukan pengembangan. Karena untuk saat ini posisi pesawat masih sebagai display saja. Ini boleh dikatakan baru model. Nanti setelah disempurnahkan, baik dengan kontrol, kelengkapan instrumen, apionik dan sebagainya nantinya itu menuju ke pesawat sesungguhnya,” tandasnya. (dar/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *