Selang Regular Elpiji Bocor, Rumah Pasutri Nyaris Terbakar

  • Whatsapp
Selang Regular Elpiji Bocor, Rumah Pasutri Nyaris Terbakar

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Akibat selang regulator gas elpiji bocor hingga nyaris mengakibatkan kebakaran di rumah salah satu pasangan suami istri (Pasutri) di Lauleng, Kecamatan Soreang, Rabu 23 Desember, sekitar pukul 20.00 malam ini. Api sempat terlihat di dapur milik pasutri Guntur dan Fitriani.

Beruntung, Guntur dengan sigapnya melempar kompor dengan tabung gas elpiji 3 Kg itu secara bersamaan keluar rumah, sehingga kebakaran bisa dihindari. Namun, akibat sigapnya Guntur harus merelakan tangannya melepuh akibat mengangkat kompor yang panas. “Saya pasang regulator gas namun tidak mau masuk, terus saya kasi nyala kompornya langsung melebar di ruang dapur sini. Terus saya lempar keluar kompor bersamaan dengan tabungnya,” kata Guntur.

Bersamaan, dengan laporan yang masuk tim pemadam kebakaran, BPBD Kota Parepare dan Call Center 112 datang dilokasi kejadian setelah keluarga korban menelpon call center 112.

Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare, Muhammad Saripuddin mengatakan, telah menggerakkan enam armada ke lokasi kejadian, dalam hal mengantisipasi kebakaran terjadi cukup besar.

“Kita turunkan ini dua mobil penembak, dan empat mobil tangki. Namun kita tidak gunakan, karena pemilik rumah cepat mengantisipasi kejadian. Cuman yang kita evakuasi gasnya, itu jangan sampai meledak kembali,” katanya.

Kerugian yang ditaksir akibat kejadian itu kurang lebih Rp300 ribu. Hal tersebut dikatakan, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah Kota Parepare, Rusli setelah memantau lokasi kejadian. Rusli juga mengimbau kepada keluarga korban yang masih berkumpul, untuk tidak panik saat terjadi kebakaran yang diakibatkan oleh kebocoran selang regulator. “Setidaknya kita menyediakan handuk-handuk bekas di dapur. Apabila terjadi kebakaran kita basahi handuknya lalu kita tutup secara pelan-pelan, jangan panik,” katanya.

Seorang perawat yang memeriksa korban, Syifa mengatakan, korban bersama istrinya dibawa ke Rumah Sakit Andi Makkasau, karena istri korban alami syok dan nyeri dada. “Kalau suaminya tangannya melepuh, dan istrinya ini alami nyeri dada, sehingga kita bawa ke Rumah Sakit Andi Makkasau,” singkatnya. (ana/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *