RS Sumantri Satu-satunya Miliki Alat PCR di Ajatappareng

  • Whatsapp
RS Sumantri Satu-satunya Miliki Alat PCR di Ajatappareng

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Rumah Sakit (RS) Sumantri Kota Parepare miliki alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai alat pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi genetik dari sel, bakteri, atau virus. Terutama untuk mendeteksi virus Covid-19 yang menyebar di seluruh dunia.

RS Sumantri Satu-satunya Miliki Alat PCR di Ajatappareng

Bacaan Lainnya

Alat pendeteksi virus merupakan bantuan dari Kementerian Pertahanan RI yang dikirim ke RS Sumantri dan satu-satunya, bahkan pertama di wilayah Ajatappareng. Pengangkutan alat ini menggunakan kontainer yang berisikan laboratorium PCR dan diletakkan di tengah-tengah RS Sumantri.

Sejak 16 November lalu, PCR ini telah running secara internal. Pada 23 November 2020 telah memiliki izin operasional dari Kementerian Kesehatan RI untuk digunakan pemeriksaan Covid-19 kepada masyarakat yang datang ke RS Sumantri untuk berobat.  PCR ini telah launching akun all record secara nasional dan telah terhubung. “PCR ini telah di visitasi dari Dinkes Provinsi yangg menilai kelayakan dari PCR kita,” jelas Kepala RS Sumantri Kota Parepare, Mayor drg Hengki Yudhana, kemarin.

Menurutnya, hasil visitasi itu direkomendasikan bahwa ini layak. “Setelah dinilai dan dioperasikan secara internal. Kita ambil sample dari tenaga kesehatan kita yang ada di sini. Lalu setelah izinnya 23 November, kita sudah melaunching. Karena terdapat akun all record namanya, jadi secara nasional terhubung.  Jika dinyatakan itu positif secara online maka langsung masuk secara nasional,” katanya.

Dia menjelaskan, tenaga operasional PCR berasal dari tenaga medis RS Sumantri yang telah mengikuti pelatihan khusus.
Dia juga menyebutkan, telah melakukan uji banding dengan mengirim sampel yang sama ke Makassar, dan hasilnya sama dengan yang ada di RS Sumantri. Selama operasional PCR telah memeriksa 125 swab, dan terdeteksi sebanyak 23 kasus

“Kita sudah fungsional. Artinya kita sudah memeriksa sample. Kemarin juga sudah ada sample dari RSUD Andi Makkasau kita periksa di sini. Kemudian juga pasien yang di rawat di sini. Secara mandiri kita memeriksa PCR-nya, dan petugas-petugasnya sudah ada pelatihan khusus, dan dioperasionalkan oleh tenaga medis RS Sumantri itu sendiri,” ujarnya.

Untuk mengetahui hasil membutuhkan waktu kurang lebih empat jam untuk mendeteksi. “Jadi selama ini kita sudah 125 swab, dan itu ada yang positif, 23 positif dan yang lainnya negatif,” bebernya. PCR untuk operasional keluar daerah belum dilakukan. Tetapi ketika terdapat rumah sakit tetangga yang membutuhkan dapat dibantu. Sehingga diiharap alat pendeteksi virus, khususnya  Covid-19 saat ini dapat mempercepat diagnosa pasien.

“Kita akan mengacu peraturan kesehatan bahwa untuk biaya PCR itu tidak lebih Rp900 ribu. Kita juga belum sebarkan keluar, tetapi kalau ada rumah sakit tetangga, seperti RSUD Andi Makkasau yang membutuhkan, kita bantu,”jelasnya.

RS Sumantri Satu-satunya Miliki Alat PCR di Ajatappareng

Dia menjelaskan,  PCR ini sebenarnya dapat mendeteksi segala jenis virus seperti HIV. Namun, difokuskan mendeteksi virus Covid-19. “Saya berharap dengan danya PCR ini kita bisa mempercepat diagnosis, sehingga mempercepat pemilahan pasien. Misalnya dari UGD dapat dipilah yang bukan Covid-19, mana yang Covid-19,” pungkasnya. (ana/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *