Ratusan Cakep dan Cawas Ikuti Tes Seleksi di Disdikbud Polman

  • Whatsapp
Ratusan Cakep dan Cawas Ikuti Tes Seleksi di Disdikbud Polman

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Sebanyak 150 Calon Kepala Sekolah (Cakep) dan Calon Pengawas (Cawas) di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud) Kabupaten Polman mengikuti tes seleksi. Seleksi Cakep dan Cawas ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Polewali. Jalan Cokro Aminoto, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali. Tes seleksi ini digelar selama tiga hari, Senin 21 Desember hingga Rabu 23 Desember 2020. Tes seleksi tersebut merupakan kerja sama Disdikbud dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan(LPMP) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah ( LPPKS) Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Polman, Hj Andi Nursami Masdar menjelaskan, seleksi Cawas dan Cakep ini adalah tahapan menuju pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang diawali dengan seleksi administrasi. Seleksi administrasi itu berdasarkan Permendikbud Nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah yang didalamnya ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi. Aturan itu, diantaranya pangkat minimal 3 C dan bersertifikat pendidik dan batas usia 56 tahun.

Bacaan Lainnya

Kemudian pendidikan minimal S1. Cawas pun demikian, yang membedakan hanya usia. ” Kalau Cawas batas usianya 55 tahun,”jelasnya. Selasa 22 Desember, siang tadi. Bagi Cekep dan Cawas yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan itu tadi berdasarkan Permendikbud akan tertolak oleh aplikasi dari Kemendikbud. ” Jadi bukan kita yang menolak melainkan aplikasi yang dibuat oleh Kemendikbud, dan yang lulus seleksi ini selanjutnya akan mengikuti subtansi seleksi dan diklat,” jelasnya.

Andi Nursami mengungkapkan, yang lulus diklat nanti ini akan memperoleh yang namanya surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan ( STTP) dan disitu nanti muncul namanya Nomor unit Kepala Sekolah (NUKS). Mereka yang memiliki NUKS inilah nantinya yang bisa menjadi Kepala Sekolah. Terkait penugasan dimana sekolah yang akan ditempati semua ditentukan oleh SK Bupati, namun persyaratan Kepala Sekolah Harus memiliki NUKS.

Kepala LPMP, Sinar Alam mengatakan, LPMP adalah Lembaga penyelenggara Diklat Diberi mandat oleh LP2KS untuk menggelar seleksi Cakep dan Cawas. Kalau di Sulbar, LPPD ada dua di Unasman dan LPMP, tidak boleh ada seleksi seperti ini kalau bukan LPMP yang mengadakan. “Jadi syarat menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas itu harus mengikuti seleksi seperti ini, dan ini memang sudah dipersiapkan sehingga pemilihan kepala sekolah tidak ditunjuk tunjuk lagi seperti dulu. Tujuannya untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dan berkwalitas,”ungkapnya. Seleksi Cakep sendiri diikuti oleh 100 orang dan Cawas sebanyak 50 orang.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *