Partisipasi Pemilih Capai 83,29 Persen, Tertinggi di Kecamatan Bungoro

  • Whatsapp
Partisipasi Pemilih Capai 83,29 Persen, Tertinggi di Kecamatan Bungoro

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 akhirnya memasuki penghujung tahapan. Meski harus digelar ditengah pandemik Covid-19 hingga beberapa tahapan pun harus tertunda yang dimana awalnya diagendakan pemungutan suara dilakukan pada 23 September lalu. Dan terselenggara pada 9 Desember 2020. Namun demikian, penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU), termasuk di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus melakukan upaya-upaya pemilu dapat terlaksana dengan sukses dan mencapai target partisipasi pemilih.

Angka tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Pangkep pada pilkada serentak 2020 ini melebihi target yang dicanangkan. Dari target partisipasi 78 persen, tingkat partisipasi masyarakat justru mencapai 83.29 persen. Anggota KPU Pangkep, Saiful Mujib mengatakan, capaian partisipasi pemilih tersebut tak lepas dari peran kawan-kawan adhoc, baik PPK, PPS dan KPPS yang gencar melakukan sosialisasi.

Bacaan Lainnya

Begitupun juga PPDP yang beberapa bulan lalu mendatangi setiap rumah warga Pangkep guna melaksanakan Coklit. “Alhamdulillah, target kita di Pangkep 78 persen, namun tingkat partisipasi pasca pemilihan yang berlangsung hari Rabu, 9 Desember lalu dan rekapitulasi tingkat Kabupaten yang baru digelar kemarin, mencatat dimana tingkat partisipasi pemilih di Pangkep diangka 83.29 persen,” ujar Mujib, Kamis, 17 Desember 2020.

Mujib mengakui, rata-rata tiap kecamatan di Pangkep menorehkan prestasi peningkatan partisipasi. Bahkan dari 13 kecamatan, dua kecamatan partisipasi pemilihnya meningkat tajam, yaitu kecamatan Bungoro dan Pangkajene. “Kecamatan Bungoro angka partisipasi pemilihnya mencapai 86.70 persen dan Pangkajene mencapai 85.58 persen. Dibanding pilkada 2015 dan pemilu 2019 lalu, partisipasi pemilih di dua kecamatan tersebut meningkat drastis. Namun begitu rata-rata partisipasi pemilih di semua kecamatan di Pangkep tidak ada yang di bawah 78 persen,”ungkap Mujib.

Selain keaktifan penyelenggara adhoc dan kegiatan sosialisasi baik tatap muka maupun daring yang digelar KPU Pangkep, partisipasi pemilih tersebut juga erat kaitannya dengan masifnya sosialisasi dan kampanye yang dilakukan oleh tim sukses dan pasangan calon dengan mendatangi kantong-kantong pemilih untuk menawarkan program dan visi misi mereka. (awi/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *