Layanan RS Arifin Nu’mang Tutup, 68 Nakes Positif Korona

  • Whatsapp
Layanan RS Arifin Nu'mang Tutup, 68 Nakes Positif Korona

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Kasus Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Sidrap melonjak drastis dan semakin mengkhawatirkan. Kini sudah 68 tenaga kesehatan (Nakes) terpapar virus korona. “Ada empat perawat dari RS Nene Mallomo dan 68 tenaga kesehatan dari RS Arifin Nu’mang,” kata Jubir Penanganan COVID-19 Sidrap, Ishak Kenre, Senin 14 Desember, siang tadi.

Dampaknya, kata Ishak, layanan di RS Arifin Nu’mang ditutup dua pekan. Kata dia, mulai Senin 14-28 Desember 2020. “RS sementara disterilkan agar penyebaran Covid-19 tidak meluas,” katanya. Karena itu, Ishak megimbau masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Terlebih, sudah banyak tenaga medis yang terpapar. “Kami imbau masyarakat tetap menggunakan masker jika keluar rumah dan kalau sakit tetap di rumah saja,” imbaunya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Direktur RS Arifin Nu’mang, Budi Susanto mengatakan sebanyak 560 pegawai dan tenaga medis menjalani swab tes. Hal itu menyusul banyaknya tenaga medis yang terpapar Covid-19. Saat ini, kata dia, semua pegawai dan perawat telah dikarantina di RS tersebut. “Selain itu ada yang ikut wisata Covid-19 di Makassar,” kata Budi.

Budi menyebutkan, mereka yang positif Covid-19 diantaranya dokter, perawat hingga petugas dapur. Kata dia, mereka telah menjalani karantina. “Saat ini pegawai yang boleh melayani hanya yang sehat dan sudah melakukan swab. Agar masyarakat juga tidak terpapar saat diberikan pelayanan,” tandasnya. Saat ini, kasus positif Covid-19 di Sidrap sudah mencapai 293 orang. Ada 27 orang ikut duta wisata Covid-19, 10 dirawat di RS, ada 48 isolasi mandiri, meninggal 5 orang dan yang sudah sembuh 203 orang.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan kasus aktif Covid-19 di Indonesia meningkat dan diikuti dengan angka kesembuhan pasien Covid-19 yang juga menurun. Hal itu disampaikan Doni dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19, secara virtual, kemarin. “Kasus aktif mengalami peningkatan 4 persen selama kurang lebih 1 bulan terakhir. Padahal 1 bulan yang lalu kasus aktif kita pernah berada pada posisi 11 persen dan hari ini naik menjadi 15,08 persen,” kata Doni.

“Dan jumlah kasus aktif ini tercatat 93.165 orang. Walaupun angka kesembuhannya juga relatif tinggi yaitu sudah mencapai 505.836 orang,” tutur dia. Doni mengatakan, semestinya angka kesembuhan yang tinggi seperti di bulan-bulan sebelumnya bisa dipertahankan. Saat itu angka kesembuhan Covid-19 di Indonesia mencapai 84 persen lebih.

Karena itu, Doni meminta seluruh elemen terkait seperti Dinas Kesehatan daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan TNI-Polri bersatu padu menghidupkan kembali upaya pencegahan. Upaya pencegahan seperti penegakkan protokol kesehatan harus menjadi ujung tombak dalam penanganan Covid-19. Doni mengatakan, akan terjadi peningkatan kematian tenaga kesehatan bila pasien Covid-1 terus membludak. (ami/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *