Kunjungi Mamasa, Gubernur Sulbar Bagikan Program Marasa dan Pantau Pengelolaan Kopi Arabika

  • Whatsapp
Kunjungi Mamasa, Gubernur Sulbar Bagikan Program Marasa dan Pantau Pengelolaan Kopi Arabika

PAREPOS.CO.ID,MAMASA– Dalam upaya pemulihan ekonomi ditengah masa pandemi Covid-19, serta memantau kondisi masyarakatnya. Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Andi Ali Baal Masdar selama tiga hari dari tanggal 18-20 Desember 2020, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mamasa.

Dua desa yang menjadi sasaran kunjungannya yakni, Desa Manipi Kecamatan Pana dan Desa Matande, Kecamatan Messawa. Gubernur Sulbar yang didampingi Anggota DPR RI, Hj Andi Ruskati yang juga merupakan Ketua TP PKK Provinsi Sulbar dalam kunjungannya di Desa Manipi, Kecamatan Pana. Menyerahkan bantuan internet satelit kepada pemerintah desa setempat dengan kondisi wilayah yang masih sangat terisolir karena akses jalan yang masih sangat rusak, dan warga belum dapat mengakses jaringan telekomunikasi.

Bacaan Lainnya

Bantuan internet desa ini merupakan salah satu program Mandiri Cerdas Sehat (Marasa).
Internet yang diserahkan merupakan koneksi satelit via VSAT (Very Small Aperture Terminal) yang ditargetkan sudah dapat beroperasi pada bulan Februari 2021. ” Pemerintah Provinsi menggratiskan pemakaian pulsa data selama selama 10 bulan. Untuk kelanjutan operasional agar tetap berkesinambungan maka jaringan internet tersebut diserahkan ke pihak Pemerintah Desa Manipi untuk mengelola melalui BUMdes atau lembaga usaha lainnya yang dipercayakan,”ujar Gubernur.

Pihak pengelola, kata Gubernur, akan berhubungan langsung dengan pihak penyedia jasa jaringan internet (provider) untuk pemakaian pulsa data. Pada dasarnya bantuan ini bertujuan untuk membantu desa terpencil agar tidak terkucil dari akses informasi, terutama di masa Pandemi Covid-19. “Jaringan internet ini akan sangat membantu pelajar dan mahasiswa untuk belajar secara virtual,”jelasnya.

Sedangkan dalam kunjungannya di Desa Matande, Kecamatan Messawa. Gubernur mengunjungi Koperasi Petani Kampoeng sekaligus meresmikan bantuan alat pengering pengelolaan kopi milik Kelompok Tani Petra Jaya Mandiri yang merupakan kelompok binaan atau mitra Koperasi Kampoeng. ” Saya juga ingin memgetahui bagaimana tantangan petani dalam pemasaran hasil kopi. Alhamdulillah kopi yang dihasilkan Koperasi Kampoeng telah diekspor ke negara Taiwan, Korea dan Rusia. Insha Allah kedepan kami juga akan menawarkan akses pasar ke Bahrain, Cina dan Jepang,”ujarnya.

Berbicara soal kualitas, kopi yang dihasilkan dari Koperasi Petani Kopi Kampoeng telah mengantongi sejumlah penghargaan diantaranya, juara 1 kontes kopi jenis Arabika tingkat Nasional yang diselenggarakan AEKI (Assosiasi Eksport Kopi Indonesia), pada tahun 2018 di Jogjakarta.

Juara 1 kontes kopi Arabika yang diselenggarakan AEKI, pada tahun 2019 di Bandung. Juara 2 kontes kopi Robusta yang diselenggarakan AEKI, pada tahun 2019 di Bandung. Juara 2 kontes nasional dalam kegiatan Specialized coffee Assosiation Indonesia (SCAI) lada tahun 2020 yang disponsori Bank Indonesia Sulbar. “Prestasi ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan dengan mengutamakan kualitas produksi. Pemerintah sebagai fasilitator tentunya terus mendukung upaya tersebut.
Bantuan yang telah diberikan semoga dimanfaatkan dengan baik, jika dalam pemantauan ternyata baik dan masih ada kekurangan tentu akan kami berikan perhatian khusus,”ujar mantan Bupati Polman dua periode tersebut.

Sebelum meninggalkan Kabupaten Mamasa, Gubernur bersama istri menyempatkan melakukan kunjungan ke salah satu lokasi
destinasi wisata yang menawarkan keindahan panorama alam di Desa Manipi, Kecamatan Pana. “Lokasi ini unik karena kita ambil gambar dititik ini tapi berlatar belakang Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulsel. Saya berharap tempat ini dikelola secara baik dan profesional dengan berkolaborasi dengan BUMDes dan Pemerintah Kabupaten Mamasa. Tahun 2021 Pemprov akan memprioritaskan pembangunan jalan poros Tabone-Nosu-Pana sebagai jalan strategis provinsi. Jika tata kelolanya sudah baik, insha Allah tempat ini akan memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat sekitar dan menjadi sumber PAD Pemerintah,” ungkap Gubernur Sulbar, Minggu 20 Desember, sebelum bertolak kembali ke Mamuju.(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *