Kebutuhan Pupuk, KPMP Tagih Janji Politik Bupati Pinrang

  • Whatsapp
Kebutuhan Pupuk, KPMP Tagih Janji Politik Bupati Pinrang

PAREPOS.CO.ID, PINRANG — Puluhan mahasiswa dan masyarakat petani dari Kecamatan Duampanua yang tergabung dalam Kerukunan Pelajar Mahasiswa Pinrang (KPMP) menyambangi Kantor Bupati Pinrang, Kamis 17 Desember 2020. KPMP Duampanua datang dan melakukan orasi guna menagih janji politik Bupati Pinrang, HA Irwan Hamid beberapa tahun lalu, dalam memenuhi kebutuhan pupuk subsidi bagi petani.

Dalam aksi tersebut, KPMP Duampanua menyampaikan aspirasi petani terkait ketersediaan pupuk subsidi maupun adanya kartu tani. Bahkan salah satu mahasiswa, Nurdin yang turut dalam aksi tersebut mengeluhkan ketersediaan pupuk. Kondisi saat ini, baik di pengecer maupun distributor tidak tersedia pupuk subsidi, dan sudah sebulan sawah tidak diberi pupuk.

Bacaan Lainnya

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, Andi Budaya didampingi Kepala Dinas Pertanian, Andi Tjalo Kerrang
menjelaskan, kebutuhan pupuk subsidi di Kabupaten Pinrang 34.500 ton pertahun. Sedangkan yang dialokasikan Kementrian Pertanian (Kementan) melalui provinsi hanya sebanyak 14 ribu ton. “Tentu saja ini kurang. Makanya Bupati Pinrang menyurati Kementan untuk penambahan pupuk. Dan di bulan Maret ada tambahan sebanyak 3 ribu ton. Kemudian Oktober 6 ribu ton. Namun itu tak cukup sesuai harapan petani sebanyak 34 ribu ton, sedangkan yang tersedia tidak mencapai kebutuhan,” jelasnya.

Olehnya itu, kata dia, kebutuhan pupuk bagi petani di Kabupaten Pinrang memang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Bukan hanya Kecamatan Duampanua saja yang membutuhkan tapi 11 Kecamatan lainnya juga. “Untuk jatah pupuk subsidi tiap petani  hanya sekitar 2 hektar luas sawahnya. Sedangkan yang mempunyai sawah lebih dari itu, dapat menggunakan pupuk non subsidi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pinrang, Andi Tjalo Kerrang menegaskan, kartu tani diperuntukkan dalam rangka meminimalisir adanya penyimpangan/penyelewengan terhadap pupuk subsidi oleh pengecer atau distributor. “Terkait harga pupuk sudah diatur oleh Pemerintah. Jika ada pengecer yang menyalahgunakan, silahkan melapor kepada kami. Jika memang ada pembuktian, maka akan kami berhentikan,” tegasnya. (dar/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *