Jenazah Pasien Covid-19 Asal Sidrap di Bawah Kabur Keluarga dari RSAM

  • Whatsapp
Jenazah Pasien Covid-19 Asal Sidrap di Bawah Kabur Keluarga dari RSAM

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Untuk kali pertama terjadi kasus pasien Covid-19 yang meninggal dibawa kabur keluarga terjadi di wilayah Ajatappareng. Jenazah pasien perempuan berusia 65 yang sebelumnya dirawat di RS Fatima dibawa kabur oleh keluarganya. Setelah, sebelumnya pasien tersebut dibawah ke Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau (RSAM), dan meninggal karena dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Namun, keluarga korban yang awalnya setuju dikebumikan sesuai protokol kesehatan (Prokes), Minggu 20 Desember, membawa secara paksa dengan mengancam pihak RS Andi Makkasau (RSAM) dengan senjata tajam berupa parang, dan balok-balok. Kronologis kejadian itu diungkapkan perwakilan Humas RSAM, Minhajuddin kepada PAREPOS Online, siang ini.

Bacaan Lainnya

Minhajuddin menjelaskan, keonologis dari aksi tak terpuji terdebut. Sekitar pukul 7.15 Wita, pengambilan jenazah dilakukan. Dia menerangkan pihak keluarga yang setuju meminta untuk dikebumikan di Sidrap dan meminta hasil pemeriksaan laboratorium di rumah sakit. “Awalnya keluarganya sudah sepakat untuk mengkebumikan pasien sesuai protokol covid-19. Kemudian, pihak keluarga meminta apakah bisa dikebumikan di Sidrap, kami bilang bisa sepanjang ada persetujuan dari tim gugus Sidrap. Terus pihak keluarga meminta hasil laboratoriumnya, dan sementara diurus,” terangnya.

Tiba-tiba, kata Minhajuddin, datang enam orang lelaki membawa senjata tajam, dan mengancam pihak rumah sakit. Lalu mereka membawa pasien secara paksa dan langsung memasukkan jenazah pasien kedalam mobil untuk dilarikan ke kampung halamannya di Kabupaten Sidrap.

Pihak rumah sakit telah melaporkan hal tersebut ke tim gugus tugas Kota Parapare. “Iya, tiba-tiba ada enam orang laki-laki bawa parang dan balok-balok kemudian mengancam orang di RS, lalu diambil itu jenazah, dikasi naik dalam Mobil Yaris. Baru jenazah dibawa kabur ke Sidrap. Direktur RSAM telah melapor kejadian itu ke Satgas Covid-19 tingkat kota Parepare. Tidak tahu bagaimana tindak lanjut dari Satgas,” terangnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. “Kita imbau kepada masyarakat agar senang tiasa patuh dan taat pada ketentuan covid, pakai masker dan sebagainya,” imbaunya. Terpisah, Wali Kota Parepare, dalam sambutannya di kegiatan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK mengatakan, perlu adanya pemeriksaan tes kepada orang-orang yang mengambil paksa jenazah keluarganya di RSUD Andi Makkasau, untuk menghindari penyebaran lebih luas.

“Langkah selanjutnya maka tim gugus harus melakukan tes kepada siapa-siapa yang datang untuk mengambil mayat pasien yang meninggal tadi pagi yang dinyatakan positif Covid-19. Harus dilakukan tes, jangan sampai terjadi penyebaran,” imbuhnya.(ana/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *