Difitnah Pernah Mengalami Gangguan Jiwa, Akbar Polo Lapor Media “Abal-abal” Porosmaju.id

  • Whatsapp
Difitnah Pernah Mengalami Gangguan Jiwa, Akbar Polo Lapor Media "Abal-abal" Porosmaju.id

PAREPOS.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Gerakan Masyarakat dan Pemuda Anti Korupsi (GEMPAR), Akbar Hasan alias Polo melaporkan media “abal-abal” pengelola porosmaju.id ke Polda Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Kamis 17 Desember 2020, terkait dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran ITE.

Akbar dalam rilis diterima redaksi menyebutkan, pihaknya melaporkan pengelola porosmaju.id dan sumber berita yang membuat berita bohong dan menyesatkan. Laporan diterima Sentra Pelaporan Aduan Masyarakat Polda Sulsel bersama keluarga besarnya dan berapa Pengurus DPP Gempar NKRI dan kru redaksi media online gemanews.id.

Nabila Putri, anak sulung dari Akbar Polo mengatakan, bahwa tuduhan orangtuanya disebut pasien sakit jiwa tidak benar. “Orang tua saya tidak pernah dirawat di rumah sakit khusus akibat mengalami gangguan kejiwaan, rencana besok keluarga besar kami akan mendatangi Rumah Sakit Dadi,” kata Nabila.

Surat keterangan itu dibutuhkan untuk membuktikan jika porosmaju.id dan sumber beritanya layak diseret ke hukum. “Kami akan meminta pihak RSUKD Dadi mengeluarkan surat keterangan terkait tuduhan pengiat hukum, Muhammad Anwar penggiat hukum yang terlapor,” kata Nabila.

Akbar Polo sendiri mengatakan, saatnya polisi melakukan tindakan hukum ke pengelola media online abal-abal porosmaju.com. “Saya coba menghubungi beberapa pengacara untuk mengetahui siapa sebenarnya saudara Muhammad Anwar ini. Jangan sampai ini penggiat hukum ini narasumber “fiktif” dalam berita porosmaju.id,” kata Akbar.

Didalam laman link berita porosmaju.id tidak ada wajah narasumber yang disebut sebagai “Penggiat Hukum”. Malah foto dirinya bersama Komjend Pol Boy Rafli Amar yang ditampilkan, tutur Akbar Hasan yang juga mantan Ketua BEM Sosopol UVRI Makassar.

Akbar, meminta Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel, Agar mengusut tuntas tuduhan fitnah ini yang dialamat kepada dirinya oleh salah satu media online yang muncul belakangan ini. Saat pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2020, porosmaju.id membuat berita hoaks dan penuh “kebencian” ke lawan-lawan politik paslon tertentu. “Lihat saja isi beritanya cenderung menyerang dengan memakai narasumber yang diduga fiktif,” kesalnya.

Diketahui bahwa Akbar Polo adalah putra dari Almarhum Hasan Noma salah satu wartawan senior di Pengurus PWI Sulsel, Hasan Noma pada masa era orde baru memiliki Tabloid Gema, kini menjadi media online gemanews.id, kini dilanjutkan oleh putranya Akbar Hasan Noma atau sering disapa Akbar Polo. (rls/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *