Ajatappareng

Waspada ! DBD Capai 72 Kasus, 2 Meninggal

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Selain COVID-19, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga perlu diwaspadai. Sebab penyakit ini termasuk berbahaya.

Kepala bidang (Kabid) pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidrap, Ishak Kenre, Senin 16 November, mengatakan, sudah ada dua orang meninggal dunia pada 2020 karena terserang DBD.

“Satu warga Kecamatan Watang Sidenreng, satu lainnya warga Tellu Limpoe,” kata Ishak.

Ishak menyebut, kasus DBD diperkirakan meningkat. Sebab dari Januari-Oktober 2020, penyakit DBD sudah tercatat sebanyak 72 kasus. Sementara, katanya, dalam setahun pada 2019 hanya tercatat 75 kasus DBD di Sidrap.

“Diperkirakan meningkat. Sebab baru 10 bulan pada 2020 sudah tercatat 72 kasus DBD di Sidrap. Nyaris melampaui kasus DBD pada 2019,” sebutnya.

Ishak menjelaskan, penyebaran infeksi virus DBD ini terjadi lantaran kurang perhatiannya warga terhadap keberhasilan.

Terlebih, intensitas penularan penyakit ini terbilang cepat. Apalagi didukung dengan intensitas hujan yang tinggi.

“Masih banyak ditemukan jentik dalam rumah warga yang berpotensi menjadi nyamuk dewasa. Dan siap menggigit warga terutama pada pagi dan siang hari. Apalagi jika tidak didukung kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Penyakit DBD ini, kata dia, banyak ditemukan di Kecamatan Panca Rijang, Tellu Limpoe, Watang Sidenreng dan Watang Pulu.

“Di Rappang ada 30 kasus, Amparita 19 kasus, serta Lawawoi 10 kasus DBD selama 2020. Sementara pada 2019, terbanyak di Rappang 33 kasus, Kulo ada 9 kasus. Juga di Pangkajene 9 kasus DBD,” katanya.

Terkait penanganan dan pencegahan wabah DBD ini, ia mengaku pihak Dinkes menggencarkan sosialisasi.

“Langkah penanganan kita sangat jelas dan berkesinambungan. Diantaranya mengedukasi masyarakat untuk kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus,” kata dia.

Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat terus waspada terhadap wabah DBD ini. Apalagi, katanya, sudah ada surat edaran Bupati Sidrap tentang kewaspadaan dini DBD. (ami/B)

Berikut Isi Surat Edaran Bupati Sidrap tentang kewaspadaan dini DBD :

1. Agar menciptakan institusi perkantoran sekolah bebas jentik. Caranya menguras tempat penampungan air minimal sekali seminggu. Sedapat mungkin memasang perangkap jentik.

2. Mengimbau Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Sidrap agar mengingatkan warga menggunakan 3M Plus (menguras tempat penampungan / bak air sekali seminggu, menutup rapat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi wadah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty, manaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air dan menjaga lingkungan sekitar.

3. Melakukan kerja bakti secara rutin dalam rangka mendukung lingkungan bersih dan sehat serta mendukung gerakan bebas jentik nyamuk Aedes Aegepty di Sidrap.

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top