Hukum dan Kriminal

Tiga Oknum Guru Ponpes Cabuli Santri, Ini Modusnya

Tiga tersangka yang diamankan pihak kepolisian terkait dugaan kasus pencabulan terhadap santri di Pondok Pesantren

PAREPOS.CO.ID, PINRANG– Team Crime Fighters Unit Resmob bersama Unit PPA Satuan Reskrim Polres Pinrang, Kamis 19 Nopember, mengamankan terduga pelaku tindak pidana pencabulan. Aksi bejat tersebut diduga dilakukan terhadap beberapa santri di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Patobong, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Negara mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari Pelapor Pendamping Hukum Pusat Layanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pinrang terkait terjadinya kasus pencabulan di salah satu ponpes di Kabupaten Pinrang. Kasus pencabulan itu diduga dilakukan oleh tiga oknum guru di ponpes.

“Setelah kami lakukan pendalaman dan penyelidikan serta memanggil saksi-saksi dan korban, bahwasanya memang betul itu terjadi. Kami berhasil mengamankan 3 pelaku yang semuanya guru honorer di pesantren tersebut, yaitu Abdul Majid (55), Mansyur (32) dan Fadli Azis alias Genta (29). Saat ini dilakukan pendalaman kepada ketiga tersangka yang diamankan di lokasi ponpes,”jelasnya, Jumat 20 Nopember, siang tadi.

Adapun modus pencabulan, kata Dharma Negara, para pelaku mencari kesalahan dari calon korbannya, seperti dengan menemukan suatu pelanggaran, santri membawa HP di disita. Kemudian, santri tersebut diminta untuk ke kamar masing-masing guru untuk mengambil HP mereka.
“Ini sudah lama terjadi. Sebab salah satu pelaku yaitu Majid yang sudah lebih 20 tahun jadi guru, dan ternyata sudah bertahun-tahun melakukan aksinya. Termasuk Genta dan Mansyur yang merupakan bekas murid dari Majid,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan kasus pencabulan tersebut, ketiga tersangka melakukannya dengan cara oral seks secara bergantian. Pihak kepolisian tidak sampai disitu, karena masih melakukan pemeriksaan apakah terjadi sodomi. “Kami masih lakukan pengembangan, dengan memeriksa lebih 20 santri yang pastinya nanti akan berkembang terkait jumlah korban. Dan untuk saat ini atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 82 ayat 1 juncto pasal 76e tentang Perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 20 tahun penjara,”tegasnya.(dar/A)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top