Hukum dan Kriminal

OTT Diknas Sidrap, Libatkan Anak Bupati, Hakim: Kwitansi Pembelian Asli

Cek Asli

PAREPOS.CO.ID,MAKASSAR– Dalam persidangan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) kasus operasi tangkap tangan (OTT), beberapa waktu lalu, terungkap jika kwitansi dan cek yang ditunjukan asli. Sidang yang dipimpin, Hakim Ketua Pengadilan Tipikor Pengadilan Makassar, Ibrahim Palino SH. MH dan Hardiman W Putra SH, MH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Sidang Pengadilan Tipikor kasus OTT dana Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupten Sidrap.

Setelah melihat dan memeriksa kwitansi dan cek yang diserahkan Tawakkal SH selaku pengacara terdakwah Ahmad. Hakim Ketua Sidang Tipikor langsung meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tersangka baru. Khususnya dari nama-nama yang disebutkan di dalam keterangan terdakwah Ahmad.

“Kwitansi dan cek dari saudara Ahmad ini, setelah saya lihat dan periksa ternyata asli dan benar. Karenanya, masih ada orang di atas dan dibawah ketiga terdakwah ini, Syahrul, Ahmad dan Inelda yang bisa jadi tersangka. Majelis sarankan agar JPU bisa hadirkan tersangka baru di sidang kasus Diknas Sidrap ini,” kata Hakim Ketua, Ibrahim Palino mengingatkan JPU setelah mendengarkan keterangan Ahmad.

Selain itu, Ibrahim Palino juga meminta JPU segera mempertimbangkan kesaksian atau keterangan Ahmad di sidang sebelumnya, untuk bisa menjadikan Ahmad menjadi saksi meringankan atau pengajuan Justice Collaborator (JC) Ahmad bisa dipertimbangkan JPU untuk dapat diterima.

Ahmad di sidang lanjutan, kembali menceritakan secara rinci proses terjadinya pungutan di sekolah-sekolah SD dan SMP di Sidrap yang mendapatkan dana DAK 2019 dari Diknas Sidrap, mulai dari dipanggilnya Ahmad oleh Habibi dan Syahrul Sam ke rumah jabatan bertemu Bupati Sidrap Dolla Mando sampe Ineldayanti.

Ahmad menyebut sejumlah nama yang sesungguhnya paling bertanggungjawab. Di antaranya Doni, Alihu, Ruslan dan Muslimin Kepala Sekolah SMP I Pangkajene yang ditugasi khusus memungut atau mengingatkan para kepala sekolah untuk segera menyetor ke Inelda.

Kwitansi dan cek yang diserahkan Tawakkal SH pengacara Ahmad, menjawab pertanyaan Hakim Ketua Ibrahin Palino tentang asal muasal barang bukti tersebut. Ahmad juga mengingatkan, kwitansi itu asli, diteken oleh Mansyur selaku Lurah. Dan cek juga asli, kata Ahmad seraya menegaskan, asli dan kebenaran cek itu, bisa diketahui dari nomer dan nama Bank asal cek itu.

“Uang yang tertulis jumlahnya di kwitansi itu, untuk pembelian lahan tanah dan tanah timbunan. Saya serahkan uang Rp 120 juta dalam tas kresek berwarna merah ke Mansyur di Warkop depan Showroom Toyota Pangkajene. Mansyur di Sidrap, tidak hanya dikenal sebagai lurah, tetapi juga dikenal sebagai penjual tanah kawan dekat Doni yang tak lain putra Bupati Sidrap Dollah Mando,” tutur Ahmad mengungkapkan di depan majelis hakim.

Sementara cek dimana terterah angka Rp 380 juta, lanjut Ahmad bersamangat, juga asli dan difotonya setelah Sutarmi yang juga putra Bupati Dollah Mando menolak menerima cek dari pimpinan CV Adya Jaya. “Cek itu saya ambil dari pimpinan CV Adya Jaya rekanan pengadaan buku DAK 2019 di Diknas Sidrap, atas perintah langsung Pak Syahrul Sam. Cek itu kemudian saya kembalikan ke CV Adya Jaya karena Sutarmi putra Bupati Dollah Mando menolak cek, maunya Sutarmi uang tunai. Cek itu saya foto sebelum saya kembalikan CV Adya Jaya,” kata Ahmad.

Ahmad lalu kembali menegaskan dan mengingatkan, kalau uang pembelian tanah Doni itu, adalah fee proyek baja ringan DAK 2019, Diknas Sidrap dari Habibi. “Kalau uang di cek itu, untuk pembayaran fee proyek pengadaan buku DAK 2019 di Diknas Sidrap untuk Sutarmi dari CV Adya Jaya perusahaan yang mengadakan buku untuk SD dan SMP di Sidrap.” jelas Ahmad seraya menambahkan, kalau dana DAK Diknas Sidrap 2019 dari APBN sebesar 77 miliar lebih.

Ahmad juga mengungkapkan, kalau terdakwah Ineldayanti adalah orang kepercayaan Syahrul Sam. Seluruh orang di Diknas Sidrap, tau kalau Inelda adalah orang kepercayaan Syahrul. Karena banyak ASN di Diknas Sidrap iri pada Inelda, karena hanya seorang honorer tetapi selalu dipercaya oleh Kadis Diknas Sidrap untuk mengerjakan kebijakan penting Diknas.(*/ade)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top