Gedung Twin Tower Dianggarkan Rp 1,9 Triliun, Taufan Pawe: Pusat Peradaban Sulsel

  • Whatsapp
Gedung Twin Tower Dianggarkan Rp 1,9 Triliun, Taufan Pawe: Pusat Peradaban Sulsel

PAREPOS.CO.ID,MAKASSAR– Pembangunan Gedung Twin Tower di Kawasan Center Point of Indonesia merupakan langkah untuk meningkatkan sinergitas karena semua ada dan terintegrasi didalamnya. Hal ini disampaikan Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah saat melakukan groundbreaking pembangunan Gedung Twin Tower di Kawasan Center Point of Indonesia, didampingi Wakil Gubernur Sulsel serta jajaran Forkopimda, Sabtu 7 November, kemarin. Nampak dihadiri pula sejumlah kepala daerah diantaranya, Wali Kota Parepare, Bupati Sidrap, Bupati Wajo, Bupati Bone, Bupati Luwu Timur dan beberapa pejabat dari daerah lain.

Gedung ini akan menjadi gedung terintegrasi dimana akan ada Kantor Gubernur Sulsel, DPRD Sulsel serta Bupati/Wali Kota se-Sulsel disertai dengan fasilitas lengkap lainnya seperti mal, hotel dan restoran serta lainnya. “Saya kira untuk membangun Sulsel ke depan mudah, karena kita semua semakin bersinergi didalam Twin Tower ini,” ucap Nurdin.

Bacaan Lainnya

Gedung Twin Tower Dianggarkan Rp 1,9 Triliun, Taufan Pawe: Pusat Peradaban Sulsel

Ia menyebutkan dalam dua tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ingin semakin memperkuat sinergitas antara dinas dan lainnya. “Kita ingin membangun sinergitas antara dinas, membangun secara terintegrasi semua. Tetapi kita punya kantor jauh-jauhan semua, sementara kita punya peluang kita punya lahan di pinggir pantai ini sangat strategis untuk kita jadikan pusat pemerintahan,” sebutnya.

Pembangunan Twin Tower dilakukan selama 18 bulan oleh PT Waskita dengan sistem Keytrum, dengan anggaran sebanyak Rp1,9 triliun. “Niat ini disambut oleh PT Waskita Karya untuk membangun dengan sistem keyturn. Dimana baru akan dibayarakan setelah gedung selesai.Rekanannya juga dari BUMN, BUMN pasti ada sumber-sumber pembiayaan dari luar dengan bunga yang lebih murah. Nanti setelah selesai baru kita bayar. Itupun tenggang waktu 25 tahun,” jelas Nurdin.

Dia pun mengaku kantor gubernur yang ada saat ini, nantinya akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). “Yang lama itu jadi RTH, kita harapkan akan dinikmati masyarakat sekitar sana menjadi RTH, jadi akan semakin banyak publik space yang akan kita miliki,” pungkasnya. Walau ditengah pandemi Covid-19 Sulsel, timpal Gubernur, masih terus mengeliat melakukan pembangunan infrastruktur. “Jadi kita sangat bersyukur bawah ditengah pandemi Covid-19 Sulsel masih terus mengeliat melakukan pembangunan infrastruktur,” tambahnya

Sementara itu, Direktur Utama Perseroda Sulsel, Taufik Fachruddin mengaku berkat bimbingan dan dorongan Gubernur Sulsel semua bisa berjalan dengan baik. “Hadirnya gedung ini berkat dukungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur serta Forkopimda Sulsel, apalagi dengan merubah status Perusda Sulsel menjadi Perseroda sehingga berbagai loncatan terus dilakukan,” ucapnya.

Putra asal Pangkep itu juga mengatakan, dengan semangat yang dimiliki tim perseroda maka semuanya akan bekerja semakin baik dan maksimal. “Di Perseroda ini, selalu memberikan loncatan-loncatan yang terus terang kami juga kadang keteteran. Tapi insyaallah dengan semangat yang dimiliki tim perseroda, insyaallah salah satu bukti hari ini. PembangunanTwin Tower dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Wali Kota Parepare, Dr Hm Taufan Pawe SH MH yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi hadirnya gedung yang dinilainya sebagai pusat peradaban Sulsel dari hulu ke hilir. Mulai dari proses penyelenggaraan pemerintahan itu sendiri terintegrasi sampai kepada sektor jasa dan bisnis. “Gubernur melahirkan konsep dimana kepala daerah punya ruang berinteraksi di gedung ini. Sehingga akan menghadirkan komunikasi yang efektif antara daerah-daerah dengan pemerintah provinsi, dimana percepatan pembangunan dapat terealisasi dengan baik,”ujarnya melalui instagram pribadinya.(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *