Swab Massal Sasar OTG di Parepare

  • Whatsapp
Swab Massal Sasar OTG di Parepare

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Kota Parepare lepas dari status zona merah Covid-19. Hal tersebut
diungkapkan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19
Parepare, Dr Halwatia, beberapa waktu lalu.

Halwatia mengatakan, lepasnya Kota Parepare dari zona merah dikarenakan tingkat kepatuhan warga dalam mematuhi protokol kesehatan meningkat. “Kami melihat warga Parepare sudah 90 persen sudah mematuhi protokol
kesehatan. Ini salah satu faktor Parepare lepas dari zona merah,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, saat ini pihaknya terus melakukan swab massal. Dia pun optimis,
pekan ini Kota Parepare sudah memasuki zona kuning. “Kami gencar melakukan swab test, meski tidak ada terkonfirmasi positif Covid-19. Karena
kita sudah tidak memburu siapa yang positif. Kami memburu Orang Tanpa Gejala (OTG)
demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Semoga pekan ini sudah masuk zona kuning
Parepare,” harap Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Parepare ini.

Dari data tim gugus , saat ini sudah 286 yang terkonfirmasi positif. Namun, dari jumlah tersebut 32 pasien masih aktif. Selebihnya sudah sembuh. Sementara itu, petugas gabungan dari unsur TNI-Polri dan Pemkot Parepare terus menggiatkan operasi yustisi di Kota Parepare. Seperti yang terlihat di simpang lima tepatnya di Patung Pemuda melaksanakan
operasi penegakan Perwali 31/2020.

Setidaknya ada 13 orang terjaring
dalam operasi tersebut karena tidak menggunakan, bahkan sama sekali tidak membawa masker. Mereka yang terjaring, 9 orang diberi sanksi denda uang Rp50 ribu, 4 orang disanksi kerja sosial.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Dinas Satpol PP
Kota Parepare, Parsan selaku koordinator lapangan mengatakan, sejauh ini jumlah
pelanggar mengalami penurunan. Menurutnya, pada operasi hari pertama penerapan
Perwali bulan lalu, jumlah pelanggar cukup banyak.

Hal tersebut diakuinya wajar sebab masyarakat belum terbiasa dengan imbauan mengenai protokol kesehatan, terutama
disiplin menggunakan masker. “Setelah operasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan
humanis, masyarakat sudah mulai disiplin. Bahkan dalam operasi serupa Selasa baru-baru
ini, pengendara yang terjaring hanya satu orang,” ungkapnya. (*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *