Polisi Tetapkan 11 Tersangka Pengrusakan Kantor DPD NasDem, Ibrahim: Perusuh Berkedok Pengunjuk Rasa

  • Whatsapp
Polisi Tetapkan 11 Tersangka Pengrusakan Kantor DPD NasDem, Ibrahim: Perusuh Berkedok Pengunjuk Rasa

PAREPOS.CO.ID,MAKASSAR– Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo merilis hasil pemerikasaan 21 orang yang diamankan dari aksi anarkis pengrusakan Kantor Sekretariar DPD Nasdem Kota Makassar. Serta pembakaran mobil ambulans NasDem yang terjadi, Kamis 22 Oktober 2020, malam saat terjadinya unjuk rasa anarkis di Jl AP Pettarani Makassar.

Ibrahim menyebutkan, dari hasil pemeriksaan dan gelar perkara 11 orang ditetapkan sebagai tersangka. 11 pelaku dijerat dengan pasal 170 ayat 1 dan pasal 187 Jo pasal 55 KUHPidana. Dalam rilis tersebut, Kabid Humas,
juga merinci 11 pelaku tersebut yang terdiri dari atas 5 orang mahasiswa, 3 orang pelajar dan 3 masyarakat umum. Sedangkan 10 orang yang tidak terbukti melakukan pengrusakan tersebut, 9 orang dikembalikan kepada orang tua atau keluarga dan 1 orang diserahkan ke Satuan Narkoba karena terbukti hasil tes urinenya positif.

Bacaan Lainnya

Unjuk rasa mahasiswa yang menamankan diri Aliansi Mahasiswa Makassar (MAKAR) dan Gerakan Rakyat Makassar, di Jalan AP Petarani, menolak Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja yang berakhir anarkis dan ricuh. Dalam aksi anarkis tersebut, 1 Unit mobil Ambulans Partai NasDem Kota Makassar didorong oleh massa ketengah jalan selanjutnya dibakar. Selain itu, kantor Sekretariat DPD Partai Nasdem Kota Makassar juga dirusak , beberapa kendaaran motor dan mobil yang terparkir juga rusak akibat lemparan batu.

Selain itu, aksi anarkis juga merusak CCTV yang berada ditiang listrik pertigaan Jl. Raya Pendidikan – Jl. AP. Pettarani Makassar dengan menggunakan bambu dan batu. Dan melempari papan reklame yang ada didepan kompleks Telkom dengan menggunakan molotov sehingga separuh dari papan reklame terbakar.

Tak sampai disitu, 4 buah lampu penerangan mini market indomaret mengalami pecah akibat lemparan batu, 3 pos pintu masuk hotel Claro Makassar mengalami pecah akibat lemparan batu, Kaca mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BNI mengalami pecah akibat lemparan batu, Pagar depan kampus UNM Gunung. Sari mengalami rusak, Pos security kampus UNM Gunung. Sari mengalami pecah akibat lemparan batu, dan Pintu kaca basement gedung Pinisi alami pecah akibat lemparan batu,

“Kericuhan ini memang sudah di rencanakan oleh para perusuh ini, jadi unjuk rasa ini hanya modus. Namun hal tersebut bukan hal yang membenarkan perbuatan anarkis mereka, mereka ini kelompok yang terdiri dari gabungan masyarakat dan juga ada mahasiswa dari universitas yang berbeda dengan membentuk aliansi dengan nama makar,”kata Kabid Humas.

Ditambahkannya, kasus ini masih akan dikembangkan dan didalami, terkait kelompok apa dan orang-orang yang berkontribusi dan mensuppport atau hal-hal lain ada keterkaitan kelompok perusuh ini.

Partai NasDem

Terpisah, Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif menyampaikan kepada pelaku agar bisa hidup tenang pasca melakukan pembakaran.

“Kami mengutuk keras kejadian itu. Siapapun pelakunya, kami berharap hidupmu tenang, bahagia dan puas telah melakukan perbuatan pengecut dan pencundang seperti itu,” ujar  Syahar yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel itu dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Meski begitu, pihaknya mengapresiasi penyampaian aspirasi dari mahasiswa. Bahkan seringkali pada kegiatan aksi unjuk rasa, pengurus NasDem Kota Makassar menyiapkan air minum.
“Tapi ini murni sudah kriminal dan disusupi oknum yang memanfaatkan mahasiswa,” tegas Syahar.

Pihaknya mendesak Kapolres Kota Makassar serta Kapolda Sulsel segera menangkap pelaku perusakan Kantor NasDem dan pembakaran mobil ambulans itu dalam waktu singkat. Dan meminta kepada pihak kepolisian agar melakukan penjagaan pada Kantor NasDem Kota Makassar.

Ketua DPD NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi, meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku dan otak pengrusakan sekretariat, dan pembakaran mobil ambulans NasDem. “Kami meminta ini diusut tuntas semua. Jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menyusupi ini,”tegasnya. (*/ade)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *