Libur Panjang, Layanan Tracking dan Tracing Covid-19 Tetap Berjalan

  • Whatsapp
Libur Panjang, Layanan Tracking dan Tracing Covid-19 Tetap Berjalan

PAREPARE.CO.ID – PAREPARE
Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Parepare menjamin pelaksanaan tes, pelacakan (Tracing), dan penelusuran (Tracing) dalam penanganan Covid-19 tetap berlangsung. Termasuk hari libur, cuti bersama dan libur panjang Maulid Nabi Muhammad yang berlaku lima hari ke depan.

Plt Kepala Dinkes Parepare, Dr Halwatiah menegaskan, pelayanan dari petugas kesehatan dan surveilans epidemiologi itu tak mengenal istilah libur.

Bacaan Lainnya

“Yang libur itu pegawai kantoran. Kalau kami petugas kesehatan tidak libur. termasuk yang menangani Covid-19. Kami bergerak memantau langsung dan melibatkan delapan Puskesmas dan tim lainnya,” jelas Halwatiah, Selasa 27 Oktober 2020.

Tim itu diantaranya, Satpol PP, Diskominfo, Badan Kebencanaan, pihak Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan di masing-masing wilayah. Pihaknya mengakui sampai saat ini tes Swab masih digelar secara terus menerus.

“Ketika ada yang ditemukan kami langsung tes Swab. kami stand by setiap hari. Standy by melaksanakan tes Swab ketika ada yang reaktif,” terang Halwatiah yang juga bertugas sebagai Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Baginya, kegiatan petugas kesehatan dan surveilans tersebut bagian dari tanggung jawabnya. Demi memutus penularan Covid-19 yang masih ada di wilayahnya.

Saat ini, Parepare memiliki 25 kasus aktif Covid-19. Ada 6 kasus diantaranya menjalani isolasi mandiri di rumah. Adapun, tes Swab setiap harinya berjumlah minimal 30 orang dan maksimal 120 orang per hari.

Dan ini telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. “Baik kontak erat maupun yang reaktif yang diperiksa dari lab Prodia dan klinik- klinik yang ada di Parepare,” sambung Halwatiah.

Adapun keterlibatan pihak swasta masih berlangsung hingga saat ini. “Pihak swasta tetap melakukan Rapid di berbagai tempat pelayanan, travel dan prodia. Kami Dinkes siap melanjutkan pemeriksaan swab terhadap reaktif yang ditemukan,” ujarnya.

Pihaknya pun mengakui petugas kesehatan, surveilans dan petugas lab belum sepenuhnya sempurna. Termasuk keterbatasan fungsi laboratorium pemerintah provinsi ketika waktu libur. Lab yang sedianya sebagai tempat pemeriksaan spesimen virus korona tersebut.

“Laboratorium di provinsi kemungkinan besar tutup, tapi kami tidak. Kalau urgen kami punya alat TCM di rumah sakit Andi Makkasau. Hasilnya sudah didapatkan dua jam kemudian,” imbuhnya.(esa/A)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *