Sulbar Kehilangan, Maestro Seni Mandar ‘Parrawana Towaine’ Berpulang

  • Whatsapp
Sulbar Kehilangan, Maestro Seni Mandar 'Parrawana Towaine' Berpulang

PAREPOS.CO.ID,POLMAN– Maestro seni tradisional tanah mandar yang dikenal sebagai ‘Parrawana Towaine’ atau penabuh rebana perempuan. Mamak Cammana, Senin 7 September, lalu telah berpulang kepangkuan Ilahi, sekitar pukul 15.15 Wita. Perempuan berusia 85 tahun itu menghembuskan nafas terakhir di kediamannya di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Kepergian, perempuan kelahiran 1935 itu setelah beberapa bulan terakhir ini terbaring sakit di rumahnya di Kelurahan Limboro.

Sebelumnya, saat masih sakit Mamak Cammana sempat dikunjungi oleh Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar beserta Pejabat Provinsi dan Pejabat Pemkab Polman.  Gubernur Sulbar pun sempat menyarankan untuk dirawat di rumah sakit, namun ditolak oleh Cammana dan ingin dirawat di rumahnya saja. “Saya pribadi turut berduka cita sedalam-dalamnya dengan wafatnya mamak cammana maestro kesenian mandar. Sulawesi Barat merasa sangat kehilangan sosok dan figur yang di banggakan dari tanah mandar,”ungkap Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar saat berkunjung di kediaman almarhumah.

Bacaan Lainnya

Senada juga diungkapkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Polman, Andi Nursami Masdar yang juga turut mendoakan semoga almarhumah mamak Cammana mendapat tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa. Dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Tak hanya itu, lanjut Andi Nursami, dia berharap ada generasi pelanjut Cammana yang bisa mengembangkan seni tradisional mandar yakni Parrawana Towaine. “Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan membina dan membantu generasi muda yang ingin mengembangkan tradisional. Mudah mudahan ada generasi yang mengikut jejak beliau selama ini untuk mengembangkan parrawana towaine,”ujarnya, Kamis 9 September, pagi tadi.

Sekedar diketahui, parrawana towaine atau pemain rebana wanita adalah sekumpulan artis wanita ahli musik tradisional rebana.
Semasa mudanya, Cammana merupakan seniman tradisional mandar yang kerap tampil di pentas nasional dan internasional. Ia pernah beberapa kali tampil di panggung Nasional, termasuk pentas bersama grup Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun.

Cammana juga pernah tampil pada silaturahmi kebudayaan se-Asia di Singapura pada tahun 1994. Almarhumah pun mendapatkan penghargaan sebagai maestro kesenian tradisional dari Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan serta Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden ke-6 RI, Soesilo Bambang Yudhoyono. Irama lagu parrawana towaine agak berbeda dengan irama lagu parrawana tommuane atau pemain rebana laki-laki.

Syair lagu parrawana towaine berisi kisah-kisah, nasehat dan tema keagamaan.  Biasanya dimainkan oleh 4-7 orang wanita. Pertunjukan biasanya diadakan pada malam hari, di atas rumah yang melakukan hajatan, misalnya perkawinan, sunatan dan tamatan alquran.(win/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *