Puluhan Santriwati Ponpes Salafiyah Terpapar Covid-19

  • Whatsapp
Puluhan Santriwati Ponpes Salafiyah Terpapar Covid-19

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Puluhan santriwati dari Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dinyatakan positif terpapar virus korona atau Covid-19. Hal itu diungkapkan, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Polman, Andi Suaib Nawawi memang ada sekira 17 santriwati dari Ponpes Salafiyah terpapar Covid-19.

Namun, hingga siang ini pihaknya belum mengetahui pasti dari mana awalnya sehingga puluhan santriwati tersebut terpapar Covid-19. ” Laporan yang kami dapatkankan ada sekitar 17 santriwati terpapar virus korona, namun kita tidak tahu dari mana awal mula kluster baru tersebut. Sebab saat pesantren dibuka, semua telah mengikuti petunjuk protokol kesehatan dan kita sudah melakukan rapid test ke pada seribu anak santri dan santriwati dan tidak ada reaktif semua negatif,”jelasnya, Jumat 11 September, kepada PAREPOS Online.

Bacaan Lainnya

Andi Suaib mengakui, saat proses belajar mengajar berlangsung yang menjadi perhatian. Karena kita tidak tahu dinamika di dalam ponpes, apakah santri dan santriwati yang keluar masuk pesantren ataukah pembesuk, dan mungkin juga makanan yang dibeli dari luar dan itu bisa saja membawa virus kedalam pondok pesantren.

Terkait adanya kluster ponpes, kata Andi Suaib, pihaknya langsung menggelar pertemuan dengan pengurus pondok yang dihadiri para muspika kecamatan dan puskesmas. Hasilnya, bagi santri yang positif dan bergejala dibawa ke RSUD Polewali untuk mendapat perawatan dan bagi yang positif tanpa gejala di rawat di Rumah Sakit Pratama Wonomuyo.

Untuk mencegah penularanya, lanjut Andi Suaib, kepada pengurus ponpes diminta lockdown dimana para santri tidak diperkenangkan keluar masuk dan tidak boleh juga menerima tamu untuk sementara waktu. Pengurus Ponpes Salafiyah Parappe, Busra mengaku belum mengetahui dari mana sumber virus yang menulari belasan santriwatinya.

Busra mengakui, telah mengikuti petunjuk protokol kesehatan dengan ketat dan diberlakukan sejak ponpes kembali dibuka. ” Kami juga belum tahu sumber awalnya dari mana. Prosedur awal sebelum terjadinya kasus ini, cukup ketat melakukan protokol kesehatan. Kunjungan santri sangat kami batasi, bahkan kiriman pun kami Iarang untuk masuk ke dalam pondok pesantren,” beber Busra.

Selain itu, beberapa maklumat juga sudah kami bagikan melalui group wali santri, sejak bulan Juli 2020, lalu. Dimana wali santri dilarang berkunjung ke Ponpes untuk membaur bersama santri Iainnya. “Kami meminta khususnya para wali santri agar tidak panik. Dia memastikan, santri yang berada di Ponpes maupun yang terkonfirmasi Covid-19, dalam kondisi baik-baik saja. Kami berharap, masyarakat di luar tidak usah panik dengan kejadian ini,”harapnya.(win/A)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *