Kunker di Kejari Sidrap, Wakajati Sulsel: Tingkatkan Pelayanan Hukum

  • Whatsapp
Kunker di Kejari Sidrap, Wakajati Sulsel: Tingkatkan Pelayanan Hukum

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP– Wakil Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulsel, Risal Nurul Fitri mengimbau agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap untuk meningkatkan pelayanan hukum. Terutama pada penegakan hukum yang adil bagi masyarakat. Terlebih, dalam upaya Kejari Sidrap untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Hal itu diungkapkannya saat melakukan kunjungan dan memberikan pengarahan di Aula Kejari Sidrap, Jumat 4 September.

Mantan Kajari Parepare itu mengungkapkan, Kejari Sidrap perlu berbenah agar hukum lebih ditegakkan lagi. Terlebih, keadilan hukum bagi masyarakat. “Tahun ini saya minta agar Kajari Sidrap dan jajarannya bisa meraih predikat WBK dan WBBM. Soalnya kalau dilihat inovasi dan pelayanan disini sudah cukup bagus,” kata Risal. Penerapan zona WBK dan WBBM merupakan wujud program pelaksanaan reformasi birokrasi di Kejaksaan RI. “Ini strategi nasional pencegahan korupsi melalui pencanangan dan pembangunan satuan kerja zona integritas menuju WBBM dan WBBK,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Untuk tahun ini, kata Risal, Kejaksaan Agung RI menargetkan seluruh Kejati dan Kejari di Indonesia dapat meraih predikat zona integritas tersebut. “Kami mendorong agar seluruh jajaran Kejari untuk berlomba-lomba berinovasi dalam rangka meraih predikat zona integritas. Tujuannya supaya penegakan hukum bermanfaat bagi masyarakat,” kata dia. Dia pun meminta agar Kajari Sidrap sebagai pimpinan memberikan teladan kepada bawahannya. Terutama, pada perubahan pola pikir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun penegakan hukum. “Pimpinan harus menjadi contoh. Jangan menuntut bawahan berubah duluan. Tapi pimpinan harus berubah dulu, sehingga bisa dicontoh oleh bawahan,”ujarnya.

Sementara itu, Kajari Sidrap Samsul Kasim berharap, pihaknya dapat meraih predikat WBK dan WBBM. Samsul menyebutkan sejumlah kriteria penilaian yang harus dipersiapkan. Diantaranya, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan publik di satu pintu. “Bila ada tamu tidak perlu masuk dalam ruangan petugas. Hal ini untuk menghindari kemungkinan tamu bisa menggoda pejabat kita di sini. Semua ruangan kami pasangi CCTV agar bisa aktifitas tamu maupun pegawai bisa terpantau,” kata Samsul. Dalam kunjungan kerjanya, Wakajati Sulsel didampingi sejumlah pejabat Kajati Sulsel lainnya, diantaranya Asisten Pengawasan Kejati Sulsel Refli dan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Sulsel, Tito Prasetyo. (ami/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *