Style dan Keren

Kembangkan Kepariwisataan dengan Pokdarwis di Barru

Kadis Pariwisata Barru, Andi Syarifuddin

PAREPOS.CO.ID,BARRU– Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pariwisata terus berupaya mengembangkan sektor kepariwisataan dengan pemberdayaan wisata berbasis masyarakat dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Hal itu diungkapkan, Kadis Pariwisata Barru, Andi Syarifuddin yang mendampingi sejumlah awak media yang berkunjung ke Pulau Bakki, Dusun Jalangge, Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi.

Pokdarwis adalah kelembagaan di tingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan. “Ini bagian dari upaya dalam meningkatkan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan manfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar objek wisata tersebut,”ungkapnya, Minggu 6 September, siang tadi.

Destinasi bahari dengan keanekaragaman sumberdaya laut seperti perikanan,magrove,terumbu karang,rumput laut, menjadi daya tarik tersendiri baik bagi wisatawan lokal maupun asing. Wisata bahari, kata mantan Camat Mallusetasi, mampu menjadi potensi yang jika dikembangkan maupun diolah dengan baik dan melalui berbagai proses yang tepat akan memberikan keuntungan serta kesejahteraan bagi penduduk sekitar maupun pemerintah daerah. “Di Kabupaten Barru terdapat empat lokasi wisata yang bagus untuk dikembangkan, diantaranya Pulau Pute Angin, Panikian, Dutungan dan Pulau Bakki,”jelasnya.

Andi Syarifuddin mengakui, pada tahun 2019 pendapatan untuk sektor wisata masih sangat kecil sekitar kurang lebih Rp50 juta dari retribusi. Namun, pendapat dari sektor lain sebagai pendukung termasuk pajak sudah mencapai Rp 800 juta. Ditengah pandemi Covid-19, Andi syarifuddin mengakui, sejak bulan Mei 2020 telah kembali membuka sejumlah lokasi objek wisata dengan berbagai keluhan dan masukan dari para pelaku wisata. ” Iya, kita buka sejak bulan Mei. Tapi dengan tatanan normal baru, kita tetap memprioritaskan protokol kesehatan bagi pengunjung ke tiap objek wisata,”ungkapnya. Langkah itu, lanjutnya ditempuh agar tidak ada klaster wisata dengan penerapan disiplin dan protokol kesehatan. “Kita sudah membentuk satgas, dari bagian upaya tersebut,”timpalnya. (*/ade)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top