Dibekali Bimtek, DP3A Parepare Minta Paralegal Serius Dampingi Korban KDRT

  • Whatsapp
Dibekali Bimtek, DP3A Parepare Minta Paralegal Serius Dampingi Korban KDRT

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Parepare menggelar bimbingan teknis (Bimtek) untuk paralegal.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kadis PPPA Parepare, Rostina Rahman di Balai Ainun, Kamis 10 September.

Bimtek yang dilakukan setiap tahun sekali tersebut, diikuti 24 paralegal. Terdiri dari 22 Kelurahan dan 4 Kecamatan.

Kasi Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP3A Parepare, Nur Haerana mengatakan, bimtek tersebut dilakukan rutin untuk meningkatan kapasitas Paralegal.

“Peningkatan kapasitas Paralegal disini dalam upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan khususnya di Parepare,” kata Nur.

Nur berharap, Paralegal dapat melakukan penanganan kasus sesuai standar operasional prosedur (SOP) kepada para korban tindak kekerasan.

“Pertama, Paralegal harus jeli melihat kondisi psikis korban. Mereka harus tahu menghadapi korban yang sedang trauma,” harapnya.

Dia membeberkan, kasus yang paling banyak terjadi yakni selama pandemi covid-19 yakni kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Oleh sebab itu, bimtek seperti ini perlu digenjot. Terlebih, katanya, kepada korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Saat ini memang kasus KDRT paling banyak. Kalau kekerasan pada anak juga ada beberapa. Yang kami lihat, mereka menjunjung tinggi nama baik sampai tak melapor jika ada kekerasan yang terjadi,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengimbau agar Paralegal serius mengikuti bimtek tersebut. Sehingga, mereka lebih maksimal mendampingi korban tindak kekerasan.

“Dengan begitu, para korban juga bisa membuka diri untuk kasus yang dihadapi,” imbaunya.

Sebagai informasi, Pemateri yang dihadirkan selama bimtek, yakni Kadis P3APPKB Sulsel Fitrah Zinuddin, Kepala UPTD P2TP2A Provinsi Sulsel Meisy Papayungan, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Parepare, M Idris Usman dan Kanit PPA Polres Parepare, Aipda Dewi Natalia Noya. Serta Sekretaris P2TP2A Parepare, Andi Nilawati sebagai moderator.(ami/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *