Broadcast Covid-19 Catut Nama Ibu Bupati,  Kasatpol PP Pangkep : Tidak Benar

  • Whatsapp
Broadcast Covid-19 Catut Nama Ibu Bupati,  Kasatpol PP Pangkep : Tidak Benar

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP– Pelaksanaan Pilkada serentak 2020, mulai menimbulkan berbagai cara untuk menjatuhkan lawan politiknya. Salah satunya  terkait beredarnya pesan broadcast melalui pesan singkat di nomor WhatsApp. Dimana pesan tersebut mencatut, dengan mengatasnamakan ibu Bupati, Satpol PP serta Satgas Covid-19 Kabupaten Pangkep, tentang aksi razia keliling penggunaan masker.

Menyikapi hal itu, Kasatpol PP Pemkab Pangkep, Jufri Baso membantah jika pesan broadcast tersebut sengaja dibuat dan disebarkan. Terlebih lagi, mengatas namakan ibu bupati, yang akan turun langsung melakukan razia keliling. “Ini tidak benar. Pesan broadcast itu tidak pernah dibuat, apalagi mengatas namakan ibu bupati. Banyak beredar pesan broadcast itu di grup WA. Dan sekali lagi kami tegaskan pesan broadcast itu tidak pernah dibuat,”tegasnya.

Bacaan Lainnya

Berikut isi pesan broadcast yang beredar di grup WhatsApp. “Assalamualaikum wr wb.
Bp ibu mohon untuk memberitahukan kepada putra putrinya mulai besok pagi dilarang berkeliaran diluar rumah atau berkerumun ditempat2 keramaian karena Ibu Bupati bersama satpol PP dan Satgas Covid 19 akan Razia keliling dg membawa mobil GDS/ Gerakan Disiplin Siswa. bagi yg terjaring akan diangkut di mobil untuk dikarantina , wali murid dan gurunya akan dipanggil juga, Razia masker bagi yg tidak memakai masker disuruh menyemprot lingkungan radius 1000 meter . Mohon untuk di Share di drup wa hari ini juga. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb”.

Jufri Baso pun menerangkan, di Kabupaten Pangkep ini, memang tim satgas tengah melakukan razia penggunaan masker. Namun, tidak pernah melibatkan langsung ibu bupati, seperti apa yang ada dalam isi pesan broadcast tersebut. “Kami memang razia penggunaan masker, tetapi penindakannya pun jika mendapati warga yang tidak patuhi protokol kesehatan terkait penggunaan masker, penindakan berupa teguran dilakukan. Jangan sampai beredarnya pesan broadcast ini, menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat, dalam kondisi saat ini,”terangnya. (awi/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *