Zikir Akbar Warnai Peringati 1 Muharram 1442 H di Desa Mattiro Matae

  • Whatsapp
Zikir Akbar Warnai Peringati 1 Muharram 1442 H di Desa Mattiro Matae

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Pemerintah Desa Mattiro Matae, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) sangat memanjakan masyarakatnya dalam memperingati hari tahun baru Islam, 1 Muharram 1442 Hijriah, pada 19 Agustus lalu. Warga disuguhkan dengan sejumlah kegiatan Islami. Mulai dari zikir akbar, pawai obor dengan berkeliling pulau, jalan santai pada pagi hari serta sejumlah permainan. Tujuannya untuk menghibur warga desa.

Kepala Desa Mattiro Matae, Rizal Idris mengatakan peringatan 1 Muharram ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, zikir akbar yang digelar serta pawai obor ini baru pertama kali dilakukan di desa tersebut. “Tujuannya jelas, untuk meningkatkan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT. Warga bisa mengaplikasikan ajaran agama islam,” katanya.

Bacaan Lainnya

Dia menambahkan, pemerintah desa saat ini fokus membangun karakter masyarakat. Tentunya dengan kegiatan islami. “Semoga ada manfaat yang warga dapatkan, baik memetik ilmu dari ceramah yang disampaikan ustadz Rahmatullah asal Ponpes Mangkoso, serta membuat desa mendampatkan berkah dari kegiatan ini,” katanya usai pelaksaanaan zikir akbar.

Mantan aktivis lingkungan itu pun mengakui, pelaksanaan ini masih jauh dari kata sempurna. Meski begitu, pada gelaran ini warga tampak bahagiah mengikuti rangkaian acara. Bahkan banyak warga desa yang dominan berprofesi sebgai nelayan memutuskan untuk istirahat guna mengikuti zikir akbar dan pawai obor.

Seperti yang diungkapkan warga RT 2, Pulau Gondong Bali, Kamran, dirinya memutuskan untuk cuti melaut selama sehari. Dia ingin fokus mengikuti ibadah zikir Akbar yang digelar pemerintah desa sebagai peringatan 1 Muharram. “Alhamdulillah kegiatan ini bisa digelar. Saya sebagai warga merasa bersyukur karena kegiatan ini bisa digelar dan merupakan pertama kalinya,” kata dia. Senada disampaikan H Hasus HB. Menurutnya pawai obor ini adalah salah satu hiburan bagi masyarakat. “Kami bersyukur pemerintah desa memperhatikan kegiatan religius seperti ini. Tidak sia-sia libur melaut,”ujarnya. (awi/B)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *