Tak Cukup, Stok Pupuk Subsidi Cuma 15 Ribu Ton di Sidrap

  • Whatsapp
Tak Cukup, Stok Pupuk Subsidi Cuma 15 Ribu Ton di Sidrap

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Kadis Pertanian Sidrap Azis Damis meminta petani agar maklum dengan keterbatasan pupuk subsidi. Hal itu disampaikannya usai rapat kerja komisi II DPRD Sidrap, Senin 10 Agustus.

Menurut Aziz, keterbatasan pupuk subsidi tak lepas dari pengaruh covid-19. “Ini pandemi covid-19. jadi itu berpengaruh pada subsidi pupuk yang juga dikurangi,” katanya.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, kuota pupuk bersubsidi yang tersedia untuk petani saat ini hanya 15 ribu ton. Sementara, katanya, petani membutuhkan sekitar 30 ribu ton pupuk menurut Rencana Definitif Kelompok Tani (RDKK).

“Dari tahun ke tahun memang kita keterbatasan kuota. Berdasarkan RDKK, kita butuh pupuk urea saja itu sekitar 30 ribu ton. Sementara kuota kita hanya 15 ribu ton,” ujarnya.

Karena itu,kata Aziz, dirinya mengimbau agar petani beralih kepada pupuk non subsidi. Terlebih kualitas pupuk non subsidi lebih bagus ketimbang subsidi.

“Saya kira masyarakat belum tahu persis soal kualitas pupuk non subsidi. Mereka hanya lihat perbandingan harganya saja. Padahal kualitas pupuk non subsidi lebih bagus daripada yang subsidi,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya segera mengupayakan agar kuota pupuk bersubsidi ditambah. “Kami akan upayakan lobi ke pusat,” ucap dia.

Sebelumnya, sejumlah petani mendatangi DPRD Sidrap. Mereka mengeluhkan kuota pupuk bersubsidi yang terbatas.

Sekretaris Komisi II DPRD Sidrap, Abdul Rahman Pabbajah mengatakan, petani mengeluh lantaran stok pupuk bersubsidi kurang.

“Yang menjadi masalah bagi petani adalah kurangnya pupuk bersubsidi. Banyak non subsidi tetapi petani tak mampu membeli karena harganya mahal,” kata Rahman.

Sekadar diketahui, pupuk bersubsidi dan non subsidi perbandingannya tiga kali lipat. Misalnya, urea subsidi hanya seharga Rp300 ribu sementara non subsidi itu mencapai Rp900 ribu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan pertanian di Sidrap sebanyak 48.871 hektare.(ami/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *