STAIN Majene dan UIN Alauddin Makassar Raih Penghargaan dari Menteri Agama

  • Whatsapp
STAIN Majene dan UIN Alauddin Makassar Raih Penghargaan dari Menteri Agama

PAREPOS.CO.ID,JAKARTA– Menteri Agama Fachrul Razi beberapa waktu lalu memberikan penghargaan kepada para Kepala Daerah yang dinilai peduli terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Penghargaan juga diberikan kepada Mitra Pendukung Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Ujian Masuk (SPAN-UM) PTKIN, dan PTKIN dengan pendaftar tertinggi baik dari jalur SPAN-PTKIN maupun UM-PTKIN.

Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian FGD Kelulusan Ujian Masuk PTKIN Tahun 2020 yang dihadiri para rektor/ketua dari 58 PTKIN di Indonesia. Turut mendampingi Menag dalam penyerahan penghargaan, Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani dan Ketua Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN, Mahmud yang juga Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Bacaan Lainnya

Untuk penghargaan kepada PTKIN dengan Pendaftar Tertinggi SPAN-PTKIN dan PTKIN dengan Pendaftar Tertinggi UM-PTKIN. Pendaftar Tertinggi SPAN-PTKIN 2020 kategori STAIN diberikan kepada STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, STAIN Majene, Sulbar dan STAIN Bengkalis. Untuk kategori UIN diberikan kepada, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Untuk kategori IAIN, penghargaan diberikan kepada IAIN Bukittinggi, IAIN Surakarta dan IAIN Tulungagung.

Sedangkan bagi pendaftar Tertinggi UM-PTKIN kategori UIN, penghargaan diberikan kepada UIN Alauddin Makassar, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Untuk kategori IAIN, apresiasi diberikan kepada IAIN Tulungagung, IAIN Surakarta dan IAIN Jember. Sedangkan untuk kategori STAIN, penghargaan diberikan kepada STAIN Majene, STAIN Bengkalis dan STAIN Gajah Putih Takengon.

Seperti diketahui, jumlah pendaftar ujian masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) terus meningkat. Pendaftar UM-PTKIN tahun 2018 berjumlah 103.444 orang, tahun 2019 berjumlah 122.981 orang, dan tahun 2020 sebanyak 155.982 orang. “Alhamdulillah kita bersyukur meskipun situasi dan suasan Covid-19, ternyata tidak mengurangi peminat yang mendaftar ke PTKIN kita baik melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) maupun UMPTKIN,” kata Menag usia memberikan penghargaan.

Meski jumlah pendaftar terus meningkat, kata Menag, minta civitas akademika PTKIN tidak berpuas diri. Menag ingin pendidikan Islam menjadi destinasi dunia. Karenanya, panitia harus mulai memikirkan mekanisme penerimaan mahasiswa luar negeri. “Tolong dipikirkan secara matang. Itu semua harus dimulai dengan komitmen kita tehadap budaya mutu PTKIN yang kita jaga bersama-sama,” tegas Menag. “Saya menyakini jika PTKIN kita berkualitas maka otomatis peminat pun akan banyak yang masuk dari dalam dan luar negeri,” sambungnya.

Menag mengapresiasi inovasi pelaksanaan UMPTKIN dengan Sistem Seleksi Elektronik (SSE). Penggunaan sistem ini bahkan telah mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai UM-PTKIN berbasis SSE dengan peserta terbanyak, bukan saja di Indonesia melainkan di Dunia. Menurut Menag, dalam situasi pandemi Covid-19, PTKIN memang dituntut lebih kreatif dan inovatif. “Saya ingin ada kebanggaan bagi para siswa atau orangtua untuk pertama kali mendaftar diri adalah PTKIN kita, baru ke perguruan tinggi umum lainnya dengan jalur yang berbeda,” harapnya.(*/ade)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *