Sidrap Zona Merah, Komisi I DPRD Minta Pemkab Terbitkan Perbup

  • Whatsapp
Sidrap Zona Merah, Komisi I DPRD Minta Pemkab Terbitkan Perbup

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Komisi I DPRD Sidrap meminta pemerintah daerah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait kewajiban menggunakan masker saat keluar rumah. Hal itu setelah Sidrap ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19.

Selain itu, DPRD Sidrap juga memastikan sekolah belum bisa melakukan pembelajaran secara tatap muka. Hal tersebut terungkap saat Komisi I DPRD Kabupaten Sidrap menggelar rapat kerja komisi bersama Dinas Kesehatan, Pendidikan dan Departemen Agama, Senin 10 Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi I DPRD Sidrap, Syamsu Marlin mengatakan, pihaknya segera mengeluarkan rekomendasi agar Pemkab Sidrap menerbitkan Peraturan Bupati (Perbub). Tentang kewajiban masyarakat menggunakan masker. “Ternyata temuan rapat kami, masyarakat tak patuh lagi terhadap protokol kesehatan. Terutama banyak masyarakat tak menggunakan masker. Untuk itu, kami minta pak Bupati mengeluarkan Perbub,” tegas Syamsu, saat ditemui usai rapat kerja komisi.

Selain itu, kata Syamsu, pembelajaran tatap muka belum memungkinkan dilakukan. Sebab, Sidrap sudah masuk zona merah sejak, Rabu 5 Agustus, lalu. “Belum memungkinkan karena kota kita sudah zona merah menurut data gugus provinsi,” kata politisi NasDem ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap, Irwansyah mengakui jika masyarakat kurang patuh terhadap protokol kesehatan. “Memang masyarakat kita lihat kurang patuh terhadap protokol kesehatan. Sehingga kasus covid-19 di Sidrap terus meningkat,” kata Irwan.

Untuk itu,lanjut Irwan, mengimbau agar masyarakat menggunakan masker ketika bepergian. Terlebih, Sidrap sudah masuk zona merah.”Kami imbau masyarakat memakai masker jika keluar rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Agama Sidrap Irman menjelaskan, meski pembelajaran tatap muka ditiadakan. Namun, mutu pendidikan tetap diupayakan meningkat.

“Ada namanya kurikulum darurat. Ini yang perlu kita tingkatkan. Kita cari apa kendalanya selama proses pembelajaran, misalnya jaringan, kuota atau mungkin ada anak-anak yang tak punya ponsel. Itu kita akan evaluasi,” kata Irman.(ami/C)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *