Selangkah Lagi Taufan Pawe jadi Ketua DPD Golkar Sulsel

  • Whatsapp
Selangkah Lagi Taufan Pawe jadi Ketua DPD Golkar Sulsel

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Musyawarah Daerah (Musda) X Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan berlangsung di Jakarta, Kamis 6 Agustus, malam ini. Hal ini dipastikan oleh Ketua Organizing Committee (OC) Musda X DPD Golkar Sulsel, Risman Pasigai kepada pers. Seperti diketahui sebelumnya, ada sembilan figur kader Golkar Sulsel yang ikut mendaftar meramaikan bursa bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel untuk menggantikan HM Nurdin Halid.

Kesembilan kader Golkar tersebut masing-masing; Hamka B Kady dan Supriansa (keduanya anggota DPR RI), Taupan Pawe (Walikota Parepare) dan Syamsuddin A. Hamid (Bupati Pangkep). Lima kader lainnya yakni; Syamsul Alam (Maros), Andi Rio Padjalangi (Bone), Emir Baramuli (Pinrang), Kadir Halid (Makassar) dan Abdillah Natsir (Luwu). Pada saat pengembalian berkas pendaftaran dari tanggal 22 – 25 Juli, ternyata hanya empat kandidat yang mengembalikan berkas formulir pendaftarannya dengan ketentuan setiap bakal calon mendapatkan dukungan 9 voters dari 30 suara yang akan diperebutkan.

Bacaan Lainnya

Keempat kader yang mengembalikan berkas tersebut, di antaranya dua orang Anggota DPR RI yakni; Hamka B Kady (dua periode) dan Supriansa. Dua kader lainnya adalah Ketua DPD II Golkar yang sedang menjabat Kepala Daerah yakni; Taufan Pawe (Walikota Parepare dua periode) dan Syamsuddin A Hamid (Bupati Pangkep dua periode). Sedang lima kader lainnya, sebelumnya tidak mengembalikan berkas pendaftarannya hingga 22 Juli 2020.

Analisis

Jika memperhatikan jalannya tahapan pelaksanaan Musda X DPD Partai Golkar Sulsel, Steering Committee Musda X yang diketuai Arfandy Idris sepertinya sengaja tidak mau menuntaskan pekerjaannya memverifikasi berkas pendaftaran keempat bakal calon yang kini melenggang ke Rapat Pleno Musda yang ditarik DPP Partai Golkar ke Jakarta.

Pasalnya, jika Steering Commite melakukan verifikasi sesuai ketentuan Musdah X, maka dipastikan hanya akan ada 2 atau paling banyak 3 bakal calon yang fapat lolos ke Jakarta. Sebab ketentuannya menyebutkan setiap calon harus mengantongi 30 persen dari 30 voters yang ada. Artinya setiap calon minimal mengantongi 9 suara.

Jika mengamati keempat bakal calon tersebut di atas, dari segi usia dan lamanya berkiprah di Partai Golkar, dapat disimpulkan ada dua kader tua atau kader lama yaitu Hamka B Kady dan Syamsuddin A. Hamid. Sementara Taupan Pawe, Ketua DPD II Golkar Parepare dua periode yang juga Walikota Parepare dua periode merupakan kader menengah. Sedangkan Supriansa, Anggota DPR RI yang terbilang berusia muda dan merupakan anggota baru di Partai Golkar tetapi patut diperhitungkan masuk jajaran Pengurus DPD I Golkar Sulsel ke depan.

Khusus Supriansa, meski pun masih muda dan baru di Golkar namun ia sudah menunjukkan kemampuan sepak terjangnya melalui Musda Golkar kali ini. Buliau sangat piawai ‘memainkan’ diskresi dari DPP Golkar yang ia miliki. Terbukti kehadirannya di Musda kali ini mampu ‘menggoyahkan’ pendirian para pemilik suara dari daerah. Padahal Supriansa sendiri kepada media secara terbuka menyatakan, dia tahu diri sebagai kader baru.

Dari sisi ini, Saya kagum dan menaruh harapan besar terhadap Supriansa sebagai kader muda Golkar Sulsel yang cukup potensial untuk tampil memimpin partai Golkar Sulsel ke depan. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka secara pribadi saya berpendapat bahwa Dr. H. M. Taupan Pawe, SH, MH merupakan bakal calon yang paling potensial sekaligus merupakan kader menengah yang cukup pantas dan dapat diandalkan memimpin serta membesarkan Partai Golkar di Sulawesi Selatan periode2020 – 2025.

Kapasitas Walikota Parepare yang akrab disapa TP itu, baik kemampuan secara individual maupun secara organisasi dan finansial, bagi saya sudah tidak diragukan lagi. Bahkan menurut pengamatan saya terhadap sepak terjang Taupan Pawe itu adalah sosok kader petarung yang kuat dan tangguh dalam berbagai even kompetisi, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional.

Sebagai seorang pakar hukum yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia advokat, TP memiliki kemampuan lebih dalam urusan komunikasi dan loby. Begitu pula dengan kemampuannya di dunia politik praktis boleh dibilang cukup memadai. Dengan kesempatan memimpin Pemerintahan di Kota Parepare dua periode membuatnya mampu berkiprah di tingkat provinsi dan nasional.

Kemampuan lain Taupan Pawe selama menjabat Walikota Parepare yang note bene Ketua DPD II Partai Golkar Parepare, merupakan inovator kreatif dalam berbagai bidang pembangunan di daerahnya dimana terbukti menghasilkan ratusan piagam penghargaan baik regional maupun nasional. Bahkan, TP mampu menghadirkan bangunan monumental yang dapat dikenang sepanjang masa yakni; Pembangunan Rumah Sakit Regional dr. Hasri Ainun Habibie dan Perguruan Tinggi Negeri Institut Teknologi Habibie (ITH).

Menurut hemat saya potensi yang dimiliki Taupan Pawe tersebut di atas, patut menjadi pertimbangan baik bagi para pemilik suara maupun para petinggi Partai Golkar di DPD Sulsel dan di tingkat DPP. Apalagi Taupan Pawe sebelum melangkah mendaftarkan sebagai salah satu kandidat, sudah membulatkan niat dan tekadnya untuk membesarkan dan memajukan Partai Golkar Sulsel ke depan. Karena itulah, feeling saya mengatakan Musda X Golkar Sulsel bakal berakhir dengan musyawarah mufakat alias aklamasi untuk TP.

Dari analisis tersebut di atas pulalah sehingga saya yakin bahwa tinggal selangkah lagi, Dr. H. M. Taupun Pawe bakal menjadi Ketua DDP I Golkar Sulsel periode mendatang. Akhirnya saya ucapkan selamat bermusyarah semoga berjalan an dan sukses. Aaamiiinnn….!(Ibrahim Manisi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *