Petani Menjerit Soal Pupuk, Dinas Pertanian ‘Cuek’ di Pangkep

  • Whatsapp
Petani Menjerit Soal Pupuk, Dinas Pertanian 'Cuek' di Pangkep

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP– Jelang musim tanam gaduh, petani mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk khususnya jenis urea. Namun, disisi lain pemerintah melalui Dinas Pertanian di Kabupaten Pangkep terlihat acuh dan tak perduli akan kondisi petani didaerahnya.

Sementara, kondisi saat ini baik petani yang tergabung dalam kelompok tani maupun yang tidak tergabung dalam kelompok tani, meradang kesulitan mendapatkan pupuk. Bahkan, jika mendapatkan pupuk, petani terpaksa membeli dengan harga diatas standar.

Bacaan Lainnya

Saat PAREPOS Online berusaha untuk menemui dan mengkonfirmasi ke pihak Dinas Pertanian. Plt Kepala Dinas Pertanian Pangkep, Andi Sadda tidak berada di kantor. Bahkan, saat dikonfirmasi via seluler dan pesan singkat pun diabaikan.

Petani asal Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Safar mengatakan, dirinya sangat sulit mendapatkan pupuk saat ini. Meski dirinya pun termasuk dalam kelompok tani. “Pupuk subsidi saja kita sangat sulit dapat. Saya ada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) karena termasuk anggota dalam kelompok tani. Memang stok pupuk subsidi juga tidak ada. Bahkan pupuk non subsidi pun sulit kita dapat, itu pun kalau dapat harganya terbilang mahal diatas harga standar. Saya baru-baru ini dapat dan beli pupuk non subsidi urea Rp120 ribu,”katanya.

Diketahui Pupuk subsidi merek urea harga pemerintah Rp 90 ribu. Pupuk merek pozka harga pemerintah Rp 115 ribu. Petani lain, Alamsyah warga Parangluara, Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa pun mengatakan, bukan hanya pada musim tanam gaduh saja kesulitan mendapatkan pupuk.

Pada musim tanam sebelumnya pula bahkan harus berlomba-lomba dengan petani lain di desanya untuk mendapatkan pupuk, lantaran kurangnya stok pupuk yang ada di desanya. “Jangankan musim tanam gaduh kita susah dapat pupuk. Musim tanam sebelumnya juga susah dapat pupuk disini pak. Biasanya saya harus turun ke Pangkajene untuk dapat pupuk itu pun pupuk non subsidi urea harga Rp. 120 ribu,”ungkapnya.

Terpisah, salah satu distributor pupuk yakni PT Batara Prima, melalui Direktur, H Yusuf Syam mengatakan, kuota stok pupuk subsidi memang saat ini dibatasi dari pemerintah pusat. “Kami juga tidak tahu kenapa ada pembatasan stok. Tetapi kami tetap berupaya mengajukan penambahan stok, untuk mencukupi kebutuhan petani, khususnya di Kabupaten Pangkep ini,”ujarnya.

Dikatakan, saat ini stok pupuk subsidi yang tersedia hanya berkisar 10 ton. Itu pun, hanya terdapat stok pupuk subsidi merek pozka. “Kalau kami hanya menangani empat kecamatan. Yakni Pangkajene, Minasatene, Bungoro, dan Balocci. Terkait harga, kita tetap drop sesuai harga eceran tertinggi (HET) pemerintah. Untuk pupuk urea Rp 90 ribu, dan pupuk pozka Rp 115 ribu. Yang berhak mendapatkan pupuk subsidi ini, bagi petani yang memiliki RDKK yang tergabung dalam kelompok tani,”jelasnya.

Seperti diketahui, untuk daerah penghasil bandeng itu distributor pupuk terdapat dua yakni PT Batara Prima dan PT Pertani. Namun, hingga saat ini pihak PT Pertani belum dapat dikonfirmasi, perihal kelangkaan pupuk tersebut. (awi/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *