Petani Menjerit, Dua Bulan Pupuk Langka di Pinrang

  • Whatsapp
Petani Menjerit, Dua Bulan Pupuk Langka di Pinrang

PAREPOS.CO.ID,PINRANG– Petani dari tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Pinrang, yakni Kecamatan Matiro Bulu, Lanrisang dan Matiro Somppe mengadukan kelangkaan pupuk diwilayahnya ke DPRD. Hingga saat ini belum juga ada langkah kongrit yang diambil Pemkab Pinrang atas kelangkaan tersebut .“Kami sudah meminta DPRD maupun pemerinta segera mengatasi masalah ini terkait kelangkaan pupuk di wilayah kami, namun belum teratasi” kata Rahmat mewakili petani lainnya, Jum,at 21 Agustus 2020.

Rahmat mengatakan, kelangkaan pupuk ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Sedangkan, kata dia, saat ini seharusnya petani sudah seharusnya melakukan pemupukan terhadap tanaman padinya, tapi tidak ada tanggapan dari pihak terkait. “Harusnya dalam minggu ini kami sudah melakukan pemupukan, tapi apa daya pupuk tidak ada. Harusnya pihak DPRD mengusut itu, jangan sampai ada permainan oknum tertentu,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian Pinrang, Andi Tjalo Kerrang mengatakan, sebenarnya persoalan kelangkaan pupuk bukan hanya terjadi di Pinrang tapi juga di daerah lain yang ada di Sulsel. “Tahun 2020 ini kita sudah mengusulkan 34700 ribu ton, tapi yang terealisasi hanya 17400 ton,” kata Andi Tjalo. Dia menambahkan hingga saat ini belum ada penambahan pupuk dari pemerintah pusat. “Untuk pupuk urea, kuota kami memang sudah habis. Sampai saat ini belum ada tambahan,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Pinrang, Syamsuri mengaku heran dengan kelangkaan pupuk. Kata dia, pendistribusian tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. “Kami sudah bersurat ke pihak kepolisian agar menyelidiki kelangkaan pupuk disejumlah daerah yang ada di Pinrang,” kata Syamsuri.(mnr/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *