Pembuktian Soliditas Kader di Musda X Golkar Sulsel

  • Whatsapp
Pembuktian Soliditas Kader di Musda X Golkar Sulsel

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– The Sultan Hotel yang berada di Jalan Gatot Subroto, RT.2/RW.1, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan menjadi saksi sejarah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Selatan (Sulsel). Kegiatan yang akan dibuka langsung, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Airlangga Hartanto akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 6-8 Agustus 2020. Salah satu agenda dalam pelaksanaan Musda X Golkar Sulsel yang menjadi perhatian masyarakat adalah pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel untuk periode 2020-2025.

Terdapat empat figur dari awalnya sembilan calon yang meramaikan bursa bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel untuk menggantikan HM Nurdin Halid. Keempatnya diketahui merupakan perwakilan dari kader lama, menengah dan baru. Dari segi lamanya berkiprah di Partai Golkar, dapat disimpulkan ada dua kader lama yaitu H Syamsuddin A Hamid yang mulai kiprah di Partai Golkar dari tingkat Desa hingga mampu menjabat Ketua DPRD dan Bupati Pangkep selama dua periode. Bahkan kini masih menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Pangkep selama tiga periode. Dan, Hamka Baco Kady seorang politisi senior Golkar Sulsel yang sudah dua periode duduk sebagai Anggota DPR RI.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, HM Taufan Pawe yang juga Ketua DPD II Golkar Parepare dua periode dan masih menjabat Wali Kota Parepare di periode keduanya merupakan kader menengah. Tapi untuk dua kepala daerah ini, baik Syamsuddin maupun Taufan dinilai memiliki sebuah kekuatan dibandingkan lainnya. Pengalaman dan pengakuan adalah buktinya, serta keberhasilan serta prestasi keduanya menjabat kepala daerah di wilayahnya.

Sedangkan, mantan Wakil Bupati Soppeng Supriansa yang kini menjadi anggota DPR RI merupakan anggota baru di Partai Golkar. Namun, kelebihan yang dimiliki Supriansa tak bisa dianggap sebelah mata. Meski sebagai kader baru di Partai Golkar, namun dirinya sudah menunjukkan kemampuan sepak terjangnya dengan menerima diskresi dari Ketum Golkar Airlangga Hartarto berupa rekomendasi untuk maju sebagai calon ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

Walaupun pada dasarnya, surat rekomendasi bernomor: B-248/Golkar/VII/2020 tanggal 19 Juli 2020 itu bukan menjadi jaminan dapat mempengaruhi suara pada Musda X Golkar Sulsel. Terlebih, sesuai penjelasan Sekretaris Steering Committee (SC) Musda X Partai Golkal Sulsel, Irwan Muin terdapat 10 syarat yang perlu dipenuhi para kandidat berdasarkan ADRT pasal 18 ayat 1 dan 5 serta Juklak-02/DPP/Golkar/II/2020 pasal 38 ayat 1 Huruf A poin (c). Dimana salah satunya, telah aktif menjadi pengurus sekurang-kurangnya satu periode pada tingkatannya, dan/atau satu tingkat di atasnya, dan/atau satu tingkat di bawahnya.

Dari penilaian tersebut, penulis menyadari jika Partai Golkar selama ini telah melahirkan kader-kader baru yang notabene berasal dari golongan pengusaha maupun profesi lainnya dan dipercaya menjadi pemimpin partai maupun menempati posisi-posisi strategis di organisasi, organisasi kemasyarakatan, maupun lembaga pemerintahan. Pola rekrutmen politik Partai Golkar belakangan ini bersifat terbuka dan kaderisasi politiknya telah berjalan bagus. Salah satu peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar dikutip dalam sebuah situs mengakui, Partai Golkar bisa konsisten dengan capaiannya karena kaderisasinya baik. Partai Golkar adalah salah satu partai yang punya jejaring massa dan sistem kaderisasi yang paling baik.

Bukan hanya itu, Partai Golkar juga dikenal akan soliditasnya. Bahkan, Presiden Jokowi pada pelaksanaan ulang Tahun Partai Golkar ke 55 memberikan pesan kuat tentang solidnya partai berlambang pohon beringin tersebut. Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto pun ditiap kesempatan meminta kepada seluruh kader Partai Golkar tetap menjaga soliditas, kekompakan serta bekerja keras untuk kebesaran partai. Maka dari itu, dipastikan pelaksanaan Musda X ini akan menjadi ajang pembuktian sistem kaderisasi, soliditas para kader. Apakah kader tua, menegah atau muda yang mampu meraih simpati sekitar 30 voters atau pemilik suara sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga (ART) dan Anggaran Dasar (AD) Golkar Sulsel. Dimana para pemilik suara itu terdiri atas, 24 suara dari DPD II, 1 suara dari DPD I, 1 suara dari DPP, 1 suara dari Dewan Pertimbangan serta 3 suara dari Ormas Hasta Karya dan Organisasi Sayap. Kita nantikan dan selamat bermusyawarah daerah.(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *