Pelayanan Tutup, 13 Dokter dan 5 Perawat Reaktif di RSUD Lamaddukelleng

  • Whatsapp
Pelayanan Tutup, 13 Dokter dan 5 Perawat Reaktif di RSUD Lamaddukelleng

PAREPOS.CO.ID, WAJO- Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng akan melakukan penutupan pelayanan pada Rumah sakit tersebut. Hal itu menyusul setelah keluarnya hasil Swab Coronavirus Desiase 2019 (Covid-19), yakni 13 dokter dan 5 perawat reaktif. Juru bicara Satgas Covid- 19 Kabupaten Wajo, Supardi mengatakan, peningkatan jumlah kasus konfirmasi hari ini merupakan hasil tracking dari kasus konfirmasi sebelumnya. “Penambahan kasus juga terjadi di kalangan para tenaga medis, maupun kalangan masyarakat yang memerlukan surat keterangan sehat, namun setelah menjalani rapid test dan PCR-SWAB, dinyatakan positif menderita Covid-19,” kata Supardi, Jumat 21 Agustus malam.

Penambahan kasus ini membuat Pemerintah Kabupaten Wajo akan menutup layanan secara total di RSUD Lamaddukelleng, sambil melakukan disinfeksi terhadap seluruh ruangan dan peralatan kesehatan. “Besok RSUD Lamaddukkelleng akan tutup total selama seminggu kedepan,” lanjutnya. Untuk mengantisipasi pelayanan, Pemerintah Kabupaten Wajo mengalihkan pasien gawat darurat pada layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam dan rawat inap dimaksimalkan untuk semua puskemas yang ada di Kecamatan Tempe.”Sementara untuk rujukan dialihkan ke RSUD Siwa, dan Rumah Sakit kabupaten tetangga yakni Rumah Sakit di Sidrap, Bone dan Soppeng,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Adapun para tenaga kesehatan yang konfirmasi yang tidak disertai gejala akan menjalani isolasi melalui Program Wisata Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sedangkan pasien yang disertai dengan gejala akan mendapatkan perawatan lebih lanjut berupa rujukan ke rumah sakit di Makassar. Dengan adanya tambahan kasus baru tersebut, maka total jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Wajo hingga hari ini sebanyak 59 kasus. 30 orang di antaranya dinyatakan sembuh atau discarded, 26 orang masih menjalani isolasi, 1 orang menjalani perawatan serta 2 orang meninggal dunia.

Sementara adapun wilayah paparan tersebar di 7 kecamatan. 11 orang di antaranya berasal dari Kecamatan Tempe, 1 orang dari Kecamatan Pitumpanua, 2 orang dari Kecamatan Pammana, 1 orang dari Kecamatan Penrang, 1 orang dari Kecamatan Tanasitolo, 1 orang dari Kecamatan Maniangpajo dan 1 orang dari Kecamatan Belawa. (ami/C)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *