Nikmati Sunset di Puncak Baro-baro Maros

  • Whatsapp
Nikmati Sunset di Puncak Baro-baro Maros

PAREPOS.CO.ID, MAROS–Bagi penikmat matahari terbenam, objek wisata puncak Baro-baro di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Maros layak dikunjungi. Pemandangan matahari terbenam atau sunset di tempat ini cukup mempesona. Di tempat wisata yang digagas anak-anak muda desa setempat ini, juga menyuguhkan pemandangan khas gugusan karst yang eksotik dengan latar belakang gunung Bulusaraung serta hamparan persawahan. Pesona pemandangan puncak Baro-baro ini memang menjadi salah satu tempat favorit pengunjung yang berburu spot foto untuk diunggah di media sosial. Banyak pengunjung yang datang ke destinasi ini setelah melihat dari media sosial. “Baru pertama kali ke sini, tahunya sih dari media sosial. Paling menarik ini pemandangan sunsetnya yang keren sekali. Terus ada gugusan karstnya juga sangat indah sekali. Memang sangat rekomended lah tempatnya,” kata salah seorang pengunjung, Nunu dari Barru, beberapa waktu lalu.

Untuk sampai ke puncak bukit karst ini, pengunjung harus ekstra hati-hati karena jalan menuju ke puncaknya sangat terjal dengan kemiringan mencapai 45 derajat. Rute puncak Baro-baro pun cukup jauh dan melelahkan. Namun, semua akan terbayar jika sudah berada di puncak.
“Iya memang butuh perjuangan untuk sampai ke sana. Lumayan istirahatnya 5 kali sampai ke puncaknya. Tapi pas sampai puncaknya tuh semua terbayarkan karena pemandangannya membuat kita tidak mau turun lagi,” lanjutnya.

Sejak dibuka pada tahun 2018, lokasi wisata ini memang menjadi salah satu spot wisata alternatif bagi pengunjung. Pada saat hari libur, total pengunjungnya pun bisa mencapai ratusan orang, bahkan banyak di antara mereka yang bermalam dengan memasang tenda.
“Paling banyak pengunjungnya itu kalau Sabtu-Minggu. Mereka ada yang bermalam karena memang pemandangan malamnya juga sangat bagus dari atas sini,” kata pengelola, Dedi Yunus. Sejauh ini, pihak pengelola masih terus melakukan pembenahan, utamanya akses jalan menuju puncak yang dinilai terlalu ekstrem, sehingga wisatawan bisa semakin ramai berkunjung ke sana. Dampaknya, masyarakat setempat juga bisa menambah penghasilan dari berjualan. “Yah memang masih banyak yang harus dibenahi, utamanya jalan menuju puncaknya. Kita berharap, lokasi ini bisa semakin ramai dikunjungi jadi warga juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” sebutnya.

Selain pemandangan, tempat wisata ini juga memiliki keunggulan karena lokasinya yang hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari kota Maros dan dekat dengan objek wisata prasejarah Leang-leang dan wisata alam Bantimurung. Bagi traveler yang berminat menikmati suasana pemandangan dari atas puncak Baro-baro ini, tak perlu khawatir dengan uang masuknya karena pengelola hanya mematok karcis sebesar Rp5 ribu per orang. Itu sudah termasuk biaya parkir.(*/ade)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *